Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Ciri-ciri Ayam Gelonggongan yang Harus Diwaspadai
Ilustrasi ayam gelonggongan (vecteezy.com/artcookstudio)

Siapa sangka ayam yang tampak segar dan gemuk di pasar bisa jadi hasil praktik curang? Ayam gelonggongan adalah ayam yang telah disuntikkan air, supaya beratnya bertambah. Hal ini sering dilakukan pedagang nakal demi keuntungan lebih, meski jelas merugikan pembeli.

Dagingnya tampak lebih besar, tetapi kualitasnya jauh dari kata sehat. Jika tidak teliti, kamu bisa saja membawanya pulang tanpa sadar. Supaya tidak tertipu pegadang nakal, yuk, kenali ciri-ciri ayam gelonggongan berikut ini!

1. Perbedaan kondisi fisik dengan ayam biasa

Ilustrasi ayam gelonggongan (vecteezy.com/Andrey Starostin)

Jangan terkecoh dengan ayam yang tampak besar dan menggiurkan! Ayam gelonggongan memang terlihat lebih gemuk, tetapi itu bukan daging asli, melainkan air yang dipaksa masuk ke tubuhnya. Teksturnya pun lebih lembek dan kurang kenyal dibandingkan ayam segar.

Jika diperhatikan lebih dekat, warnanya pun cenderung pucat dan basah. Berbeda dengan ayam segar yang tampak lebih merah muda dengan permukaan kering dan berserat. Jadi, jangan asal beli hanya karena ukurannya lebih besar, ya!

2. Aroma amis yang tidak wajar

Ilustrasi ayam gelonggongan (vecteezy.com/zenstock)

Aroma ayam segar memang khas, tetapi kalau aroma amisnya sampai menusuk hidung, kamu harus waspada! Ciri-ciri ayam gelonggongan ini terjadi karena kandungan air yang disuntikkan bisa mempercepat pertumbuhan bakteri.

Semakin lama disimpan, baunya akan semakin menyengat, apalagi jika tidak didinginkan dengan baik. Ayam segar seharusnya tidak memiliki bau amis yang terlalu menusuk, bahkan saat disimpan di suhu ruang dalam waktu singkat.

3. Permukaan kulit terasa licin

Ilustrasi ayam gelonggongan (pexels.com/Julia Filirovska)

Coba raba permukaannya sebelum membeli. Jika terasa sangat licin dan berlendir, besar kemungkinan itu ayam gelonggongan. Ayam segar memiliki kulit yang lebih kesat dan tidak terlalu banyak cairan di permukaannya.

Cairan berlebih ini berasal dari kelebihan air yang meresap ke dalam daging. Selain itu, lapisan lendir yang berlebihan bisa menjadi tanda bahwa ayam sudah tidak segar dan lebih cepat membusuk.

4. Mengeluarkan tetesan air saat digantung

Ilustrasi ayam dan daging mentah yang digantung (unsplash.com/Kelvin Zyteng)

Ayam segar tidak akan meneteskan air berlebihan saat digantung. Jika kamu melihat ayam yang terus-menerus mengeluarkan tetesan air, bisa dipastikan itu ayam gelonggongan yang penuh dengan cairan tambahan.

Semakin banyak air yang keluar, semakin rendah kualitasnya. Ini adalah tanda utama yang bisa kamu perhatikan saat membeli ayam di pasar. Jadi, jangan sampai terjebak dengan trik dagang seperti ini, ya!

5. Menyusut dan mengeluarkan banyak air saat dimasak

Ilustrasi memasak ayam (unsplash.com/Denis Agati)

Salah satu ciri-ciri ayam gelonggongan yang paling kentara adalah saat dimasak. Dagingnya akan mengeluarkan banyak air hingga terlihat seperti direbus dulu sebelum benar-benar matang.

Akibatnya, tekstur daging menjadi lebih lembek, menyusut drastis, dan rasanya cenderung hambar. Hal ini sangat berbeda dengan ayam segar yang tetap kenyal dan memiliki rasa gurih alami saat dimasak.

Itu dia ciri ciri ayam gelonggongan yang wajib kamu waspadai sebelum membeli. Jangan sampai tergoda harga murah, tetapi malah dapat ayam berkualitas buruk, ya!

Penulis: Nisrina Putri Dayani

Editorial Team