ilustrasi mangut lele (commons.wikimedia.org/Danangtrihartanto)
Sebagian orang sedikit keki dengan keberadaan ikan lele, karena menilik riwayatnya. Ikan lele diidentikkan dengan ikan yang makan makanan sisa pencernaan manusia. Namun, tidak semua, ya! Ikan lele yang dibudidaya umpannya berupa pellet atau makanan khusus ikan tersebut.
Ikan lele termasuk ikan yang paling direkomendasikan untuk sajian Imlek. Nama ikan lele sendiri dalam bahasa Mandarin yaitu niányú. Pelafalan tersebut terdengar mirip dengan kalimat nián nián yǒu yú (setiap tahun ada sisa/kelimpahan). Karena itu, mengonsumsi ikan lele saat Imlek dikaitkan dengan doa agar setiap tahun selalu memiliki rezeki lebih dari cukup hingga kemakmuran.
Konon agar mendapatkan hoki saat Imlek, ikan wajib disajikan secara utuh atau lengkap dari kepala sampai ekornya. Hal tersebut melambangkan awal dan akhir yang baik sepanjang tahun.
Tak cuma itu, jangan habiskan ikan pada malam tahun baru Imlek. Biarkan tersisa dan dikonsumsi kembali di hari berikutnya. Sebab, ikan yang tersisa semalam dan dibiarkan dimakan keesokan harinya dianggap sebagai rezeki yang bersisa untuk masa depan serta simbol kelimpahan.