ilustrasi smoothie (pixabay.com/nikkiwjourney)
Meski smoothie lebih baik diprioritaskan daripada jus karena kandungan serat yang tinggi, bukan berarti jus tidak sehat, lho. Dari laman Martha Stewart, kamu dapat memilih antara jus dan smoothie berdasarkan nutrisi yang ingin dipenuhi. Terutama untuk orang-orang yang sedang diet, nih. Lalu, bagaimana cara menentukannya, ya?
Jika kamu mencari sesuatu yang mengenyangkan, mendukung energi yang stabil, dan menyeimbangkan gula darah, smoothie adalah pilihan yang lebih baik karena mengandung buah dan sayur utuh. Namun, jika menginginkan peningkatan nutrisi yang cepat atau cara sederhana untuk menambahkan lebih banyak sayuran ke dalam menu harian, jus merupakan opsi yang tepat.
Agar smoothie tetap enak, jangan lupa untuk membahkan sumber protein, seperti yogurt. Kandungan serat juga bisa ditingkatkan dengan topping biji-bijian. Namun, ada baiknya membatasi atau menghindari yogurt rasa atau bahkan pemanis alami, seperti madu atau sirup maple. Sedangkan untuk jus, fokuslah pada yang sebagian besar terbuat dari sayuran dan tanpa tambahan gula. Jangan salah, ya!