ilustrasi kurban Idul Adha (unsplash.com/Ismail Hasan)
Kondisi psikologis hewan sebelum disembelih ternyata gak boleh disepelekan karena berpengaruh langsung pada kualitas dagingnya, lho. Ketika kambing merasa terancam, takut, atau stres selama proses transportasi dan penggiringan, tubuh mereka akan melepaskan hormon stres seperti adrenalin. Hormon ini memicu penumpukan asam laktat yang cepat dan menguras cadangan glikogen dalam otot mereka. Akibatnya, tingkat keasaman (pH) daging setelah disembelih menjadi tidak stabil.
Daging dari hewan yang stres biasanya akan memiliki tekstur yang cenderung lebih alot dan mengeluarkan aroma prengus yang jauh lebih pekat saat diolah. Makanya, dalam dunia jagal modern, kesejahteraan hewan sangat dijunjung tinggi agar hewan tetap tenang sebelum disembelih.
Edukasi ini penting biar kamu tahu kalau memperlakukan makhluk hidup dengan baik itu dampaknya sampai ke urusan rasa makanan. Jadi, pastikan proses penyembelihan dilakukan dengan cepat dan senyaman mungkin bagi si hewan, ya!
Sekarang kamu sudah tahu kalau bau prengus itu murni faktor ilmiah dan biologis. Jadi, bukan karena mistis atau salah potong. Dengan memahami alasan di balik aroma tajam ini, kamu bisa lebih cerdas dalam memilih dan mengolah daging kambing di rumah, ya!