Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Jus Buah Terasa Pahit? Ini Beberapa Penyebabnya!
ilustrasi minum jus buah (freepik.com/benzoix)
  • Rasa pahit pada jus sering muncul karena bagian putih atau biji buah ikut terblender, melepaskan senyawa alami yang memberi rasa getir.
  • Oksidasi akibat buah terlalu lama terpapar udara dapat mengubah warna dan rasa jus, membuatnya kurang segar serta sedikit pahit.
  • Buah belum matang sempurna dan proses blender berlebihan bisa menimbulkan rasa pahit, sehingga penting memilih buah matang dan tidak memproses terlalu lama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jus buah identik dengan rasa manis, segar, dan menyegarkan, apalagi jika dibuat dari buah pilihan yang matang sempurna. Banyak orang mengira selama buahnya tidak busuk, hasil jus pasti enak dan aman dinikmati kapan saja. Padahal, ada beberapa faktor kecil dalam proses pengolahan yang bisa mengubah rasa jus menjadi pahit atau getir tanpa disadari.

Rasa pahit pada jus sering kali membuat orang langsung menyalahkan kualitas buahnya. Namun, kenyataannya, teknik memotong, cara memblender, hingga kombinasi bahan bisa berperan besar terhadap hasil akhir. Sebelum membuat jus sendiri di rumah, ada baiknya memahami dulu beberapa penyebab kenapa jus buah terasa pahit saat diminum berikut ini.

1. Bagian putih buah dan biji ikut terblender

ilustrasi buah jeruk (pexels.com/Pixabay)

Beberapa buah, seperti jeruk, lemon, dan jeruk bali, memiliki lapisan putih di bawah kulit yang disebut pith. Bagian ini mengandung senyawa alami, seperti flavonoid serta limonoid, yang memiliki rasa pahit. Jika bagian tersebut ikut masuk ke dalam blender, rasa pahitnya dapat menyebar dan mendominasi seluruh jus meski jumlahnya tidak banyak. Hal ini sering terjadi karena proses mengupas yang terburu-buru atau tidak teliti.

Selain lapisan putih, biji buah, seperti apel, pir, atau jambu, juga dapat memengaruhi rasa jika tidak dibuang terlebih dahulu. Saat terhancur bersama daging buah, biji dapat melepaskan senyawa tertentu yang menimbulkan rasa getir tipis di lidah. Untuk hasil yang lebih optimal, pastikan hanya daging buah yang bersih dari kulit tebal, lapisan putih, dan biji yang masuk ke dalam blender.

2. Oksidasi karena terlalu lama terpapar udara

ilustrasi buah apel (unsplash.com/Louis Hansel)

Buah yang sudah dipotong, lalu dibiarkan terlalu lama sebelum diblender, bisa mengalami proses oksidasi akibat paparan udara. Reaksi antara enzim alami dalam buah dan oksigen dapat mengubah warna menjadi lebih gelap sekaligus memengaruhi cita rasa. Dalam beberapa kasus, jus bisa terasa sedikit pahit atau tidak sesegar saat pertama kali dipotong.

Oksidasi juga lebih cepat terjadi pada buah, seperti apel, pir, dan alpukat, yang memiliki enzim aktif. Jika buah didiamkan terlalu lama di suhu ruang, kualitas rasanya bisa menurun meski secara fisik masih terlihat baik. Untuk mencegahnya, sebaiknya buah langsung diolah setelah dipotong atau ditambahkan sedikit perasan lemon agar proses oksidasi melambat dan rasa tetap stabil.

3. Buah belum matang sempurna

ilustrasi buah pisang (pexels.com/Dom J)

Buah yang belum matang sempurna umumnya memiliki kandungan gula alami yang lebih rendah dan kadar tanin yang lebih tinggi. Tanin adalah senyawa alami yang bisa menimbulkan sensasi pahit atau sepat di mulut, terutama ketika buah dikonsumsi dalam bentuk jus tanpa tambahan bahan lain. Karena tidak melalui proses pemanasan, rasa asli buah akan terasa lebih kuat dan terkadang kurang seimbang.

Contohnya, ada pada mangga, nanas, atau pepaya yang masih setengah matang. Rasa asam dan pahitnya bisa lebih dominan saat diblender. Banyak orang tidak menyadari bahwa tampilan luar yang sudah berwarna cerah belum tentu menandakan tingkat kematangan optimal. Memilih buah yang benar-benar matang secara alami akan membantu menghasilkan jus yang lebih manis, lembut, dan seimbang rasanya.

4. Blender terlalu lama atau terlalu kuat

ilustrasi menggunakan blender (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

Memblender buah terlalu lama atau menggunakan kecepatan terlalu tinggi dapat menghancurkan bagian serat keras yang sebenarnya tidak perlu tercampur halus. Pada beberapa jenis buah, bagian dekat inti atau sekitar biji memiliki rasa sedikit pahit yang biasanya tidak terasa saat dimakan langsung. Ketika semua bagian itu dihancurkan secara menyeluruh, rasa pahitnya bisa ikut menyatu dalam jus.

Selain itu, putaran blender berkecepatan tinggi dapat menghasilkan panas akibat gesekan. Peningkatan suhu ini memang tidak signifikan, tetapi cukup untuk memengaruhi kesegaran dan karakter rasa jus, terutama jika prosesnya berlangsung lama. Untuk hasil terbaik, blender buah secukupnya hingga halus dan hindari over-processing agar rasa tetap segar dan alami.

Jus buah yang terasa pahit tidak selalu karena buahnya sudah rusak atau tidak layak konsumsi. Sering kali, penyebabnya berasal dari proses pengolahan yang mungkin belum kamu sadari. Dengan memilih buah yang matang, membersihkan bagian yang tidak perlu, dan mengolahnya dengan teknik yang tepat, kamu bisa menikmati jus yang lebih manis dan menyegarkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team