Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Kurma Harus Dicuci? Ini Alasannya!
Potret kurma (pexels.com/mohammad ramezani)

Kurma identik dengan bulan Ramadan. Buah manis yang satu ini kerap menjadi menu pembuka saat berbuka puasa, karena rasanya legit dan dipercaya mampu mengembalikan energi dengan cepat. Bahkan, dalam ajaran Islam, anjuran berbuka dengan kurma juga dicontohkan Nabi Muhammad.

Namun, satu hal yang sering luput dari perhatian adalah kebiasaan mencuci kurma sebelum dikonsumsi. Banyak orang mengira kurma bisa langsung dikonsumsi, karena tampilannya bersih dan sudah dikemas rapi. Padahal, ada beberapa alasan penting kenapa kurma sebaiknya tetap dicuci terlebih dahulu. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Kurma melewati proses distribusi yang panjang

Sebagian besar kurma yang beredar di Indonesia merupakan produk impor dari negara-negara Timur Tengah. Sebelum sampai ke tangan konsumen, kurma telah melalui berbagai tahapan, mulai dari panen, penyortiran, pengemasan, pengiriman lintas negara, hingga distribusi ke pasar atau supermarket.

Selama proses tersebut, kurma bisa saja terpapar debu, kotoran, atau partikel asing yang tidak terlihat oleh mata. Meski dikemas, bukan berarti buah ini sepenuhnya steril.

2. Potensi residu pestisida dan bahan pengawet

Potret kurma (pexels.com/Zak Chapman)

Dalam proses budidaya, tanaman kurma bisa saja menggunakan pestisida untuk melindungi buah dari hama. Selain itu, beberapa produk kurma tertentu juga melalui proses pengawetan, agar tahan lebih lama selama pengiriman. Meskipun kadar residunya umumnya sudah sesuai standar keamanan pangan, mencuci kurma tetap membantu mengurangi kemungkinan sisa zat yang menempel di permukaan kulitnya.

3. Tekstur lengket mudah terkena kotoran

Permukaan kurma cenderung lengket, karena kandungan gula alaminya cukup tinggi. Kondisi ini membuatnya mudah terkena debu dan partikel kecil di sekitarnya.

Terlebih lagi jika kurma dijual dalam kemasan terbuka atau dipajang dalam wadah besar, kemungkinan terpapar udara bebas semakin tinggi. Mencucinya sebentar di bawah air mengalir dapat membantu membersihkan permukaannya.

4. Risiko kontaminasi selama penyimpanan

Potret kurma (pexels.com/Mark Stebnicki)

Proses penyimpanan di gudang, toko, hingga rumah juga bisa menjadi sumber kontaminasi silang. Misalnya kurma bersentuhan dengan tangan yang belum tentu bersih atau disimpan berdekatan dengan bahan makanan lain. Mencuci kurma merupakan langkah sederhana untuk menjaga kebersihan dan meminimalkan risiko masuknya bakteri atau mikroorganisme ke dalam tubuh.

5. Cara mencuci kurma yang tepat

Mencuci kurma tidak perlu direndam terlalu lama. Cukup bilas kurma di bawah air mengalir selama beberapa detik dan gosok perlahan permukaannya dengan tangan bersih.

Setelah itu, tiriskan dan keringkan dengan tisu dapur atau kain bersih. Jika kurma akan disimpan kembali setelah dicuci, pastikan kurma benar-benar kering agar tidak cepat berjamur.

6. Apakah semua kurma harus dicuci?

Potret kurma (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Pada dasarnya, mencuci kurma adalah langkah preventif yang aman dilakukan untuk semua jenis, baik yang masih bertangkai maupun yang sudah dikemas modern. Meski terlihat bersih, kita tidak pernah benar-benar tahu bagaimana proses distribusinya secara detail.

Mencuci kurma memang terdengar sepele, tetapi langkah kecil ini berdampak besar bagi kesehatan. Apalagi kurma sering dikonsumsi langsung tanpa proses pemanasan. Jadi, demi keamanan dan kebersihan, tak ada salahnya membilasnya sebentar sebelum disantap.

Editorial Team