ilustrasi menu sahur tanpa karbohidrat (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)
Makanan tinggi karbohidrat seperti nasi putih, ayam goreng tepung, dan roti tawar, memang dapat memengaruhi keseimbangan cairan dan proses pencernaan. Penelitian yang dilakukan oleh Marciani et al (2013), menunjukkan bahwa jenis karbohidrat tertentu dapat memperlambat pengosongan lambung dan memengaruhi distribusi cairan di usus, yang bisa menyebabkan sensasi penuh dan kembung pada sistem pencernaan. Selain itu, karbohidrat juga memiliki sifat osmotik yang dapat menarik air ke dalam saluran pencernaan, sehingga bisa meningkatkan volume isi usus dan tekanan di dalam perut.
Kondisi tersebut tentunya dapat menyebabkan rasa begah, penuh, dan tidak nyaman, terutama saat tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama berpuasa. Ketika asupan karbohidrat dikurangi saat sahur, sistem pencernaan akan bekerja lebih ringan dan tidak terjadi penumpukan cairan berlebih di dalam usus. Hal ini mengakibatkan perut terasa lebih ringan, bebas dari rasa begah, dan tubuh lebih nyaman digunakan untuk beraktivitas sepanjang hari selama berpuasa.
Dengan beberapa alasan di atas, sahur tanpa nasi dapat membantu tubuh beradaptasi menggunakan energi secara lebih stabil dan efisien selama puasa. Memilih komposisi menu sahur yang tepat bukan hanya membantu tubuh kuat menahan lapar, tetapi juga membuat tubuh terasa lebih nyaman, ringan, dan tetap produktif saat berpuasa.
Referensi:
Horton, T. J., & Hill, J. O. (2001). Prolonged fasting significantly changes nutrient oxidation and glucose tolerance after a normal mixed meal. Journal of Applied Physiology, 90(1), 155-163. Diakses pada 22 Februari 2026.
Mayor, E. (2023). Neurotrophic effects of intermittent fasting, calorie restriction and exercise: a review and annotated bibliography. Frontiers in aging, 4, 1161814. Diakses pada 22 Februari 2026.
Huet, C., Boudaba, N., Guigas, B., Viollet, B., & Foretz, M. (2020). Glucose availability but not changes in pancreatic hormones sensitizes hepatic AMPK activity during nutritional transition in rodents. Journal of Biological Chemistry, 295(18), 5836-5849. Diakses pada 22 Februari 2026.
Marciani, L., Pritchard, S. E., Hellier-Woods, C., Costigan, C., Hoad, C. L., Gowland, P. A., & Spiller, R. C. (2013). Delayed gastric emptying and reduced postprandial small bowel water content of equicaloric whole meal bread versus rice meals in healthy subjects: novel MRI insights. European journal of clinical nutrition, 67(7), 754-758. Diakses pada 22 Februari 2026.
Lange, M. G., Coffey, A. A., Coleman, P. C., Barber, T. M., Van Rens, T., Oyebode, O., ... & Hanson, P. (2024). Metabolic changes with intermittent fasting. Journal of human nutrition and dietetics, 37(1), 256-269. Diakses pada 22 Februari 2026.