Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bukan Cuma Kenyang, Ini 5 Makanan Prebiotik untuk Jaga Mikrobioma Usus
ilustrasi makanan prebiotik (unsplash.com/Aarón Blanco Tejedor)

Belakangan ini, pembahasan soal kesehatan usus makin sering muncul karena kondisi pencernaan ternyata berpengaruh pada banyak hal. Mulai dari energi bahkan sampai daya tahan tubuh. Sayangnya, masih banyak orang mengira menjaga usus cukup dilakukan dengan makan sayur atau minum yogurt, padahal ada jenis makanan sehat lain yang perannya tidak kalah penting, yaitu prebiotik.

Prebiotik bukan bakteri hidup seperti probiotik, melainkan serat khusus yang menjadi makanan bagi bakteri baik di usus. Saat bakteri baik mendapat asupan yang cukup, kondisi mikrobioma usus cenderung lebih terjaga sehingga pencernaan tidak mudah bermasalah. Berikut lima makanan prebiotik yang sering dianggap biasa, padahal manfaatnya cukup besar untuk kesehatan usus.

1. Pisang matang membantu bakteri baik berkembang lebih optimal

ilustrasi pisang (unsplash.com/Eiliv Aceron)

Pisang matang mengandung resistant starch (jenis pati atau karbohidrat kompleks yang tidak tercerna oleh enzim pencernaan di usus halus dan tidak dipecah menjadi gula) dan serat alami yang cukup disukai bakteri baik di usus. Banyak orang mengira manfaat pisang hanya sebatas mengenyangkan perut atau menambah energi, padahal buah ini juga membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus. Saat bakteri baik mendapat asupan serat yang cukup, proses pencernaan makanan biasanya menjadi lebih nyaman dan frekuensi buang air besar cenderung lebih teratur. Pisang juga lebih mudah diterima lambung daripada beberapa buah lain sehingga sering terasa aman dikonsumsi saat perut sedang sensitif.

Menariknya, pisang matang tidak selalu harus dimakan langsung karena kandungan prebiotiknya tetap bisa diperoleh saat dicampur ke oatmeal atau smoothie tanpa tambahan gula berlebihan. Banyak orang yang sering merasa cepat lapar setelah makan manis ternyata terbantu ketika mengganti camilan tinggi gula dengan pisang. Kandungan seratnya membantu rasa kenyang bertahan lebih lama tanpa membuat perut terasa penuh berlebihan. Selain praktis, pisang juga mudah ditemukan dan relatif ramah di kantong dibanding beberapa produk kesehatan usus yang harganya cukup mahal.

2. Bawang putih menyimpan senyawa prebiotik yang sering tidak disadari

ilustrasi bawang putih (unsplash.com/ji jiali)

Bawang putih dikenal sebagai bumbu dapur, tetapi kandungan inulin di dalamnya juga berfungsi sebagai prebiotik alami untuk bakteri baik di usus. Banyak orang memakai bawang putih hanya untuk menambah aroma makanan tanpa sadar bahwa bahan ini punya pengaruh cukup besar terhadap kesehatan pencernaan. Senyawa alami pada bawang putih membantu bakteri baik berkembang sekaligus membuat lingkungan usus tidak terlalu nyaman bagi bakteri tertentu yang bisa memicu gangguan pencernaan. Karena itu, konsumsi bawang putih dalam jumlah wajar sering dikaitkan dengan kondisi usus yang lebih terjaga.

Cara mengolah bawang putih juga berpengaruh karena pemanasan terlalu lama dapat mengurangi beberapa kandungan alaminya. Tidak sedikit orang mulai menambahkan bawang putih cincang ke tumisan menjelang matang agar aromanya tetap keluar tanpa terlalu banyak kehilangan manfaat. Selain itu, bawang putih mentah yang dicampur sedikit ke saus salad juga mulai banyak digunakan karena rasanya lebih ringan dibanding dimakan langsung. Meski begitu, orang dengan lambung sensitif tetap perlu menyesuaikan porsinya supaya perut tidak terasa perih atau begah.

3. Oatmeal memberi asupan serat yang lebih tahan lama di usus

ilustrasi oatmeal (unsplash.com/Margarita Zueva)

Oatmeal sering dipilih karena praktis dan mengenyangkan, tetapi manfaatnya untuk mikrobioma usus masih jarang diperhatikan. Kandungan beta-glucan pada oatmeal membantu memberi “makanan” bagi bakteri baik sehingga kondisi pencernaan bisa lebih seimbang. Serat pada oatmeal juga tidak langsung habis dicerna tubuh, sehingga prosesnya berlangsung lebih lama di usus dan membantu bakteri baik tetap aktif. Efek kenyang yang muncul setelah makan oatmeal juga biasanya terasa lebih stabil dibanding sarapan tinggi gula.

Masalahnya, banyak oatmeal instan di pasaran justru mengandung tambahan gula cukup tinggi sehingga manfaat kesehatannya menjadi berkurang. Karena itu, oatmeal plain lebih sering disarankan lalu dipadukan dengan buah atau kacang agar rasanya tetap enak tanpa terlalu manis. Kombinasi oatmeal dan pisang juga cukup populer karena sama-sama mengandung serat yang mendukung kesehatan usus. Jika dikonsumsi rutin dengan porsi wajar, oatmeal bisa menjadi pilihan sarapan sederhana yang membantu pencernaan terasa lebih nyaman.

4. Apel mengandung pektin yang membantu kesehatan pencernaan

ilustrasi apel (unsplash.com/REGINE THOLEN)

Apel memiliki kandungan pektin, yaitu jenis serat yang bekerja sebagai prebiotik alami bagi bakteri baik di usus. Banyak orang langsung mengupas kulit apel, padahal sebagian serat justru berada pada bagian tersebut. Saat pektin difermentasi oleh bakteri baik, tubuh menghasilkan senyawa yang membantu menjaga kondisi usus tetap sehat. Karena itu, konsumsi apel sering dikaitkan dengan pencernaan yang terasa lebih lancar dan perut tidak mudah penuh.

Selain itu, apel termasuk buah yang cukup fleksibel karena bisa dimakan langsung, dicampur ke salad, atau dijadikan camilan tanpa banyak tambahan bahan lain. Rasa manis alaminya juga membantu mengurangi keinginan mengonsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan. Banyak orang yang sulit makan buah setiap hari justru lebih mudah rutin mengonsumsi apel karena praktis dibawa ke mana saja. Supaya kandungan seratnya tetap optimal, apel lebih baik dimakan utuh dibanding dijadikan jus.

5. Kacang merah membantu usus menghasilkan asam lemak baik

ilustrasi kacang merah (unsplash.com/Zoshua Colah)

Kacang merah mengandung serat kompleks yang menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus. Saat difermentasi di saluran pencernaan, serat tersebut membantu menghasilkan asam lemak rantai pendek yang berperan menjaga lapisan usus tetap sehat. Efeknya tidak selalu langsung terasa dalam sehari, tetapi konsumsi rutin sering membuat perut terasa lebih nyaman dan buang air besar lebih teratur. Karena kandungan seratnya cukup tinggi, kacang merah juga membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.

Sayangnya, banyak orang mengonsumsi kacang merah dalam bentuk yang sudah tinggi gula atau santan sehingga manfaatnya tertutupi oleh bahan tambahan lain. Padahal, kacang merah bisa diolah menjadi campuran sup, salad, atau lauk sederhana tanpa harus terasa berat di perut. Proses perendaman sebelum dimasak juga penting karena membantu teksturnya lebih lunak dan mengurangi rasa tidak nyaman pada pencernaan. Jika baru mulai menambah asupan serat, konsumsi kacang merah sebaiknya dilakukan bertahap sambil memperbanyak minum air putih.

Menjaga mikrobioma usus tidak selalu harus dimulai dari produk mahal atau tren kesehatan yang rumit. Beberapa makanan sehat yang sering ada di dapur ternyata sudah memiliki kandungan prebiotik alami yang membantu bakteri baik tetap terjaga. Dari lima makanan tadi, mana yang paling sering kamu konsumsi sehari-hari?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy