Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Makanan Tinggi Protein Murah yang Bantu Cegah Stunting
ilustrasi telur sumber protein (pexels.com/Antoni Shkraba)

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang banyak terjadi di Indonesia. Dilansir Kementerian Kesehatan, ini adalah kondisi gagal tumbuh anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis di 1000 Hari Pertama Kehidupan atau 1000 HPK, yang dimulai selama kehamilan sampai anak berusia dua tahun.

Selama 1000 HPK, kebutuhan protein harus dipenuhi dengan baik karena nutrisi ini berperan untuk membangun berbagai zat penting di dalam tubuh. Namun, protein kerap dicap mahal karena dikenal bersumber dari makanan seperti daging-dagingan.

Padahal, sejumlah pangan lokal berikut ini juga kaya protein dan bisa diakses dengan terjangkau, lho. Simak daftarnya berikut ini yuk!

 

1. Tinggi protein, vitamin D, dan lemak baik, telur menjadi salah satu pangan lokal yang bisa dimanfaatkan. Harganya berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000 saja per kg

ilustrasi telur (pexels.com/Felipe Querioz)

2. Selain mengandung protein, kandungan omega-3 dalam ikan kembung juga diketahui lebih tinggi dari ikan salmon! Padahal harganya jauh lebih miring

ilustrasi ikan kembung (freepik.com/Dashu83)

3. Belut juga masuk ke dalam daftar, nih. Dagingnya padat akan protein, mineral, dan vitamin yang baik untuk pembentukan tulang dan gigi

ilustrasi olahan belut (unsplash.com/Xavier Chng)

4. Masukkan juga ikan lele ke dalam menu sehari-hari keluarga karena kandungan protein dan omega-3 di dalamnya mendukung perkembangan otak anak

ilustrasi lele (youtube.com/Mbok Midut)

5. Rasanya yang lezat membuat ceker ayam banyak diminati. Pangan satu ini juga mengandung protein, kalsium, dan fosfor untuk pertumbuhan tulang

ilustrasi olahan ceker ayam (pixabay.com/photosforyou)

6. Harga lebih terjangkau, 100 gram hati ayam mengandung 27,4 gram protein, lho. Kandungannya setara dengan daging ayam

ilustrasi olahan hati ayam (pexels.com/Valeria Boltneva)

7. Tahu dan tempe tentu tak boleh dilewatakan saat bicara tentang makanan protein yang murah. Mengonsumsinya tak akan menguras kantong!

ilustrasi tahu (freepik.com/jcomp)

Setiap daerah pastinya memiliki standar harga makanan yang berbeda-beda sehingga bisa disesuaikan dengan bujet yang dimiliki. Namun yang penting diketahui, makanan hewani seperti hati ayam dan ikan kembung umumnya memiliki kandungan protein yang lebih lengkap dibanding makanan nabati, seperti tahu dan tempe. Jadi, sebaiknya kombinasikan keduanya agar si kecil mendapatkan nutrisi yang lengkap untuk mendukung perkembangannya. Selamat mencoba!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team