Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perbedaan Pancake dan Souffle, Mana yang Lebih Enak?
ilustrasi pancake (unsplash.com/nikldn)
  • Pancake biasa punya tekstur padat dan kenyal, sedangkan souffle terasa ringan, lembut, dan lumer di mulut berkat gelembung udara dari meringue.
  • Proses pembuatan souffle lebih rumit karena memerlukan pengocokan putih telur hingga kaku dan teknik melipat hati-hati agar adonan bisa mengembang sempurna.
  • Dari bentuk dan daya tahan, pancake biasa tipis serta awet disajikan, sementara souffle tinggi, tebal, namun cepat mengempis setelah keluar dari wajan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu pasti sudah tidak asing dengan pancake, makanan sarapan favorit banyak orang yang simpel, manis, dan mengenyangkan. Namun, belakangan ini ada satu jenis pancake yang makin sering muncul di media sosial dan menu kafe kekinian, yakni souffle. Tampilannya tinggi, gemuk, dan menggemaskan banget.

Lantas, apa sebenarnya perbedaan pancake biasa dan souffle? Sekilas memang mirip, tapi kalau kamu perhatikan lebih dalam, keduanya punya karakter yang sangat berbeda. Yuk, kita bahas satu per satu!

1. Tekstur yang jauh berbeda

ilustrasi pancake (pexels.com/Vlada Karpovich)

Ini adalah perbedaan paling mencolok yang langsung bisa kamu rasakan saat menggigitnya. Pancake biasa punya tekstur yang padat dan sedikit kenyal. Ketika dipotong, bagian dalamnya cukup solid, tidak terlalu berongga.

Sementara itu, souffle punya tekstur yang sangat ringan, lembut, dan airy, alias berpori seperti busa. Begitu kamu memakannya, rasanya seperti menggigit awan. Tekstur ini sering disebut melt-in-your-mouth karena benar-benar lumer di mulut.

2. Cara pembuatan keduanya berbeda

ilustrasi pancake (pexels.com/cottonbro studio)

Di sinilah letak perbedaan teknis yang paling penting antara keduanya. Pancake biasa dibuat dengan cara mencampur semua bahan, tepung, telur, susu, baking powder, dan gula, lalu langsung dipanggang di atas wajan. Prosesnya cepat dan tidak perlu teknik khusus.

Souffle, di sisi lain, membutuhkan teknik yang lebih teliti. Kunci utamanya adalah putih telur yang harus dikocok hingga membentuk meringue atau puncak yang kaku. Meringue ini kemudian dilipat perlahan ke dalam adonan kuning telur. Proses melipatnya pun tidak boleh sembarangan. Terlalu kuat bisa membuat gelembung udara dalam meringue pecah dan pancake-nya gagal mengembang.

3. Bentuk dan ketebalan

ilustrasi pancake (unsplash.com/Mikki Speid)

Kalau kamu pernah melihat foto souffle di Instagram, pasti langsung tahu betapa dramatis perbedaan bentuknya. Pancake biasa cenderung tipis dan melebar, tingginya rata-rata hanya sekitar 1–2 cm.

Souffle pancake bisa mencapai ketinggian 4–6 cm, bahkan lebih, dengan bentuk yang bulat, tebal, dan tegak seperti silinder mini. Ketinggian ini bukan sekadar estetika, itu adalah hasil dari gelembung udara yang terperangkap dalam meringue tadi.

4. Rasa dan tingkat kemanisan

ilustrasi pancake (unsplash.com/Mahak Agrawal)

Dari sisi rasa, pancake biasa cenderung lebih gurih dan sedikit manis. Rasanya cukup netral sehingga cocok dipadukan dengan berbagai topping, mulai dari madu, sirup maple, selai, hingga buah segar.

Souffle punya rasa yang lebih ringan dan sedikit lebih manis karena kandungan gula dalam meringue. Rasanya juga lebih "eggy" atau beraroma telur yang lebih kuat dibandingkan dengan pancake biasa. Meski begitu, souffle tetap enak disajikan dengan topping, seperti whipped cream, buah beri, atau taburan gula halus.

5. Daya tahan setelah disajikan

ilustrasi pancake (pexels.com/Monstera Production)

Ini adalah perbedaan yang sering gak disadari banyak orang, tapi sangat penting, terutama kalau kamu memesan souffle pancake di kafe. Pancake biasa cukup tahan lama setelah disajikan. Kamu bisa santai dulu, ambil foto, ngobrol sebentar, dan pancake-nya tidak akan berubah banyak.

Kalau souffle, sebaliknya. Karena strukturnya bergantung pada gelembung udara dari meringue, souffle akan mulai mengempis dalam hitungan menit setelah keluar dari wajan. Itulah kenapa kamu sering melihat video orang-orang yang langsung makan atau menekan souffle sesaat setelah disajikan, bukan lebay, tapi memang begitu cara terbaik menikmatinya sebelum kempis.

Kalau kamu ingin sarapan yang praktis, mengenyangkan, dan bisa dibuat dalam waktu singkat, pancake biasa adalah pilihan terbaik. Namun, kalau kamu sedang ingin pengalaman makan yang unik, Instagrammable, dan berbeda, souffle layak banget untuk dicoba, setidaknya sekali dalam hidup. Sekarang kamu sudah tahu perbedaan keduanya. Mau pilih yang mana hari ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team