Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi wonton
ilustrasi wonton (commons.wikimedia.org/Oldie)

Intinya sih...

  • Pilih kulit wonton dengan ketebalan yang tepat agar tidak mudah sobek saat direbus

  • Jangan mengisi kulit wonton terlalu penuh agar tidak meregang berlebihan dan menyebabkan sobek

  • Gunakan perekat yang tepat di pinggiran kulit untuk menutup rapat dan hindari air mendidih terlalu keras

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah merasa kesal karena kulit wonton sobek saat direbus dan isinya keluar semua? Padahal, kamu sudah membayangkan wonton lembut dengan isian utuh yang menggugah selera. Kalau masih trauma, kamu jangan khawatir, karena masalah ini bisa diatasi.

Kalau kamu ingin wonton terlihat cantik, tidak hancur, dan tetap kenyal saat disantap, ada beberapa tips penting yang wajib diketahui. Dengan langkah yang tepat, kulit wonton bisa tetap kuat meski direbus dalam air panas. Ini saatnya kamu mengetahui beberapa tips membuat kulit wonton yang gak mudah sobek saat direbus melalui ulasan berikut!

1. Pilih kulit wonton dengan ketebalan yang tepat

ilustrasi kulit wonton (pexels.com/Sean Connery)

Kulit wonton yang terlalu tipis lebih mudah sobek saat terkena air panas. Sebaiknya pilih kulit wonton dengan ketebalan sedang agar lebih kuat saat direbus. Kulit yang berkualitas biasanya terasa lentur dan tidak mudah pecah saat dipegang.

Saat membeli, perhatikan tekstur kulit wonton sebelum digunakan. Hindari kulit yang sudah kering atau retak di bagian pinggirnya. Kulit wonton yang masih segar akan lebih tahan panas dan tidak mudah rusak.

2. Jangan mengisi kulit wonton terlalu penuh

ilustrasi memasukkan isian wonton (pexels.com/Elina Fairytale)

Isian yang terlalu banyak membuat kulit wonton meregang berlebihan. Saat direbus, tekanan dari dalam bisa menyebabkan kulit wonton sobek. Isi secukupnya agar kulit bisa menutup dengan rapi tanpa tertarik.

Pastikan isian diratakan dan tidak menggumpal di satu titik. Cara ini membantu kulit wonton menutup sempurna dan matang merata. Hasilnya, wonton tetap utuh dan enak saat disajikan.

3. Gunakan perekat yang tepat di pinggiran kulit

ilustrasi larutan tepung (pixabay.com/Efraimstochter)

Pinggiran kulit wonton yang tidak tertutup rapat bisa terbuka saat direbus. Gunakan air atau larutan tepung tipis sebagai perekat agar lipatan menempel kuat. Tekan perlahan bagian tepi hingga benar-benar menyatu.

Pastikan tidak ada udara terperangkap di dalam wonton. Udara bisa mengembang saat direbus dan membuat kulit sobek. Dengan penutupan yang rapat, wonton akan lebih aman saat dimasak.

4. Rebus wonton dengan air yang tidak terlalu mendidih

ilustrasi merebus (pixabay.com/scratsmacker)

Air yang mendidih terlalu keras bisa membuat kulit wonton cepat rusak. Gunakan api sedang dan tunggu hingga air mendidih perlahan sebelum memasukkan wonton. Cara ini membantu kulit matang tanpa guncangan berlebih.

Aduk perlahan agar wonton tidak saling menempel. Gunakan spatula atau sendok berlubang supaya kulit tidak tertarik. Teknik ini membuat kulit wonton tetap mulus dan tidak sobek.

5. Tambahkan sedikit minyak ke air rebusan

Ilustrasi minyak goreng (pixabay.com/congerdesign)

Menambahkan sedikit minyak ke dalam air rebusan membantu mencegah wonton saling menempel. Kulit wonton jadi lebih licin dan tidak mudah tertarik satu sama lain. Ini sangat membantu menjaga bentuk wonton tetap rapi.

Gunakan minyak secukupnya agar tidak memengaruhi rasa. Minyak juga membantu permukaan kulit wonton tetap halus setelah matang. Hasilnya, wonton terlihat lebih menggoda saat disajikan.

Dengan tips dan trik ini, proses merebus wonton jadi lebih menyenangkan dan bebas drama. Siap membuat wonton buatan rumah yang tampil cantik dan layak jadi andalan menu favoritmu hari ini? Selamat mencoba, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team