Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi lauk matang
ilustrasi lauk matang (pexels.com/makafood)

Intinya sih...

  • Dinginkan lauk sebelum masuk lemari pendingin

  • Gunakan wadah tertutup yang bersih dan kedap udara

  • Pisahkan lauk berdasarkan jenis dan bumbu

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menyimpan lauk matang sering dianggap perkara sepele, padahal cara yang keliru bisa berdampak serius pada kesehatan. Lauk yang sudah dimasak mengalami perubahan struktur dan kelembapan, sehingga lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri jika penanganannya asal-asalan. Masalahnya, banyak orang merasa lauk masih aman selama bau dan rasanya belum berubah.

Padahal, keamanan pangan gak selalu bisa dinilai dari indera saja. Ada proses biologis yang tetap berjalan meski lauk terlihat baik-baik saja di mata. Memahami cara penyimpanan yang tepat bisa membantu menjaga kualitas rasa sekaligus mencegah risiko keracunan makanan. Yuk, pahami tips penting menyimpan lauk matang supaya tetap aman dan nyaman saat dipanaskan ulang!

1. Dinginkan lauk sebelum masuk lemari pendingin

ilustrasi lauk matang (pexels.com/makafood)

Lauk matang yang baru selesai dimasak masih berada pada suhu tinggi dan mengandung uap panas. Kondisi ini membuat uap air terperangkap jika langsung dimasukkan ke wadah tertutup, sehingga menciptakan lingkungan lembap yang disukai bakteri. Selain itu, suhu panas bisa memengaruhi suhu di dalam lemari pendingin.

Mendinginkan lauk terlebih dahulu hingga mencapai suhu ruang membantu menstabilkan kondisi makanan. Proses ini memberi waktu bagi uap panas untuk keluar secara alami sebelum penyimpanan. Dengan cara ini, risiko kontaminasi mikroorganisme bisa ditekan sejak awal.

2. Gunakan wadah tertutup yang bersih dan kedap udara

ilustrasi wadah kedap udara (freepik.com/KamranAydinov)

Wadah penyimpanan berperan besar dalam menjaga keamanan lauk matang. Wadah yang bersih dan kedap udara mencegah masuknya bakteri dari lingkungan sekitar. Selain itu, wadah tertutup juga membantu menjaga aroma dan rasa lauk tetap konsisten.

Material wadah juga perlu diperhatikan, seperti kaca atau plastik khusus makanan. Wadah yang tepat membantu menjaga struktur lauk tetap stabil saat disimpan. Kebiasaan ini mengurangi risiko perubahan rasa sekaligus menjaga lauk tetap layak konsumsi.

3. Pisahkan lauk berdasarkan jenis dan bumbu

ilustrasi isi kulkas (unsplash.com/Zhen Yao)

Setiap jenis lauk punya karakteristik berbeda, terutama dari segi kadar air dan bumbu. Lauk bersantan, berminyak, atau berbahan protein tinggi cenderung lebih cepat rusak jika disimpan bersama. Mencampur berbagai lauk dalam satu wadah mempercepat kontaminasi silang.

Memisahkan lauk berdasarkan jenis membantu menjaga kualitas masing-masing makanan. Selain lebih higienis, cara ini juga memudahkan proses pemanasan ulang. Dengan pengelompokan yang rapi, keamanan dan rasa lauk tetap terjaga lebih lama.

4. Simpan di suhu yang konsisten dan sesuai

ilustrasi menyimpan di kulkas (pexels.com/Lucie Liz)

Suhu penyimpanan memegang peran krusial dalam menjaga lauk matang tetap aman. Lemari pendingin idealnya berada pada suhu di bawah 4 derajat celsius agar pertumbuhan bakteri melambat. Fluktuasi suhu bisa mempercepat kerusakan makanan tanpa disadari.

Meletakkan lauk di bagian lemari pendingin yang stabil suhunya lebih disarankan. Hindari area pintu karena sering mengalami perubahan suhu. Konsistensi suhu membantu menjaga lauk tetap aman hingga waktu pemanasan ulang.

5. Panaskan ulang hanya sesuai porsi yang dibutuhkan

ilustrasi memasak ikan (pexels.com/RDNE Stock project)

Memanaskan ulang seluruh lauk berulang kali meningkatkan risiko penurunan kualitas dan keamanan. Setiap proses pemanasan dan pendinginan memberi peluang bakteri berkembang. Kebiasaan ini sering terjadi karena ingin praktis, tapi justru berisiko.

Memisahkan lauk dalam porsi kecil sejak awal penyimpanan adalah langkah bijak. Saat dipanaskan ulang, cukup ambil porsi yang akan dikonsumsi. Cara ini membantu menjaga lauk tetap aman, segar, dan nyaman dikonsumsi.

Menyimpan lauk matang dengan cara yang tepat adalah bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri dan keluarga. Langkah sederhana seperti pendinginan, pemilihan wadah, dan pengaturan suhu punya dampak besar pada keamanan makanan. Dengan kebiasaan yang benar, lauk tetap lezat dan aman saat dipanaskan ulang. Perhatian kecil dalam penyimpanan bisa mencegah masalah besar di kemudian hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian