ilustrasi memasak (pexels.com/@rdne)
Saat kamu ingin menghangatkan makanan sisa sahur, gunakan metode yang sesuai dengan jenis makanan tersebut. Makanan berkuah bisa dipanaskan dengan api kecil di atas kompor. Sedangkan, lauk kering lebih baik dipanaskan dengan microwave atau air fryer, agar tetap renyah dan tidak berminyak.
Itulah beberapa cara menyimpan makanan sisa sahur dengan cara yang tepat. Jadi, kamu tidak hanya menghindari pemborosan, tetapi juga memastikan makanan tetap sehat dan lezat saat dikonsumsi kembali.
Bagaimana cara menyimpan makanan sisa sahur agar tidak cepat basi? | Gunakan wadah kedap udara, dinginkan makanan dulu sebelum masuk kulkas, dan simpan segera setelah suhu sudah turun agar kualitas tetap terjaga. |
Bolehkah menyimpan makanan panas langsung ke kulkas? | Sebaiknya tidak. Makanan panas bisa menaikkan suhu kulkas dan memengaruhi makanan lain; tunggu sampai hangat/dingin dulu sebelum disimpan. |
Apakah makanan berkuah dan lauk kering harus dipisah saat disimpan? | Iya. Simpan terpisah supaya kuah tidak membuat lauk kering lembek, dan rasa/teksturnya tetap enak saat dipanaskan kembali. |
Bagaimana cara memanaskan makanan sisa sahur supaya tetap enak dan aman? | Ambil porsi secukupnya agar sisanya tidak ikut dipanaskan berulang. Makanan berkuah panaskan dengan api kecil di kompor, sedangkan lauk kering lebih cocok dipanaskan dengan microwave atau air fryer agar tetap renyah. |