Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi menyeduh teh
ilustrasi menyeduh teh (freepik.com/pvproductions)

Intinya sih...

  • Menggunakan air terlalu panas. Suhu air yang tepat membantu mengekstraksi rasa tanpa menarik senyawa pahit berlebihan pada teh hijau dan putih.

  • Waktu seduh terlalu lama. Daun teh yang terlalu lama terendam akan melepaskan tanin dalam jumlah besar, sehingga rasa menjadi kasar di lidah dan meninggalkan aftertaste yang tajam.

  • Takaran daun teh tidak seimbang. Dengan jumlah yang tepat, rasa teh akan muncul perlahan dan terasa lebih bersih.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menyeduh teh mungkin terlihat sederhana dan mudah untuk dilakukan. Namun, banyak orang merasa tehnya terlalu pahit, hambar, atau tidak wangi tanpa menyadari bahwa kesalahan terjadi sejak proses awal penyeduhannya. Padahal, daun teh yang sama bisa menghasilkan rasa yang sangat berbeda tergantung cara menyeduhnya.

Teh bukan sekadar minuman, tetapi hasil kombinasi antara air, suhu, waktu, dan kualitas daun teh. Kesalahan kecil seperti air yang terlalu panas atau waktu seduh yang terlalu lama dapat merusak karakter rasa alaminya. Memahami kesalahan umum ini membantu teh terasa lebih seimbang, aromatik, dan nyaman untuk diminum.

1. Menggunakan air terlalu panas

ilustrasi menyeduh teh (freepik.com/freepik)

Air mendidih sering dianggap pilihan terbaik untuk semua jenis teh. Padahal, suhu air yang terlalu panas dapat merusak senyawa rasa halus dalam daun teh, terutama pada teh hijau dan teh putih. Akibatnya, rasa teh menjadi pahit dan aromanya terasa tajam serta kurang seimbang.

Suhu air yang tepat membantu mengekstraksi rasa tanpa menarik senyawa pahit berlebihan. Teh hijau dan teh putih membutuhkan air yang lebih hangat, bukan mendidih. Kesalahan ini sering terjadi karena kebiasaan praktis, bukan karena kualitas teh yang buruk atau jenis tehnya.

2. Waktu seduh terlalu lama

ilustrasi teh (pexels.com/Anna Pou)

Semakin lama teh diseduh, semakin kuat rasanya. Namun rasa yang kuat ini datang bersama rasa pahit yang tidak diinginkan. Daun teh yang terlalu lama terendam akan melepaskan tanin dalam jumlah besar, sehingga rasa menjadi kasar di lidah dan meninggalkan aftertaste yang tajam.

Waktu seduh yang tepat membantu menjaga keseimbangan antara rasa, aroma, dan warna teh. Setiap jenis teh memiliki durasi seduh yang berbeda. Mengabaikan waktu seduh membuat teh kehilangan karakter aslinya dan terasa kurang nyaman saat diminum, terutama jika disajikan tanpa tambahan apa pun.

3. Takaran daun teh tidak seimbang

ilustrasi menyeduh teh (freepik.com/DC Studio)

Menggunakan banyak daun teh mungkin sering dianggap menjadi salah satu cara agar teh lebih terasa dan nikmat. Padahal, takaran berlebihan justru membuat teh terasa berat dan getir. Sebaliknya, takaran yang terlalu sedikit menghasilkan teh yang hambar dan kurang aromatik.

Takaran daun teh berfungsi sebagai dasar keseimbangan rasa. Dengan jumlah yang tepat, rasa teh akan muncul perlahan dan terasa lebih bersih. Kesalahan takaran sering terjadi saat menyeduh tanpa takaran atau hanya mengandalkan perkiraan.

4. Mengabaikan kualitas air

ilustrasi menyeduh teh (freepik.com/freepik)

Air merupakan komponen terbesar dalam secangkir teh, tetapi sering diabaikan kualitasnya. Air yang terlalu keras atau mengandung bau tertentu dapat mengganggu aroma dan rasa teh. Teh yang diseduh dengan air kurang bersih sering terasa datar atau aneh di lidah.

Air bersih dengan rasa netral membantu karakter daun teh tampil maksimal. Bahkan teh berkualitas tinggi bisa terasa mengecewakan jika diseduh dengan air yang salah. Kesalahan ini sering tidak disadari karena fokus hanya tertuju pada jenis teh.

5. Langsung menambahkan gula atau susu

ilustrasi menambahkan gula (freepik.com/rawpixel)

Menambahkan gula atau susu sejak awal dapat menutupi rasa asli teh. Banyak orang melewatkan kesempatan mengenali karakter alami teh karena langsung mengubah rasanya. Akibatnya, teh terasa sama meski jenisnya berbeda.

Mencicipi teh tanpa tambahan terlebih dahulu membantu memahami profil rasanya. Setelah itu, penambahan gula atau susu bisa disesuaikan secukupnya. Kebiasaan ini membuat pengalaman minum teh lebih kaya dan tidak monoton.

Rasa teh yang nikmat bukan hanya soal jenis daun teh, tetapi juga cara menyeduhnya. Detail kecil dalam cara menyeduh dapat memberikan perbedaan besar saat menikmati secangkir teh sehari-hari. Dengan menghindari kesalahan sederhana ini, teh dapat dinikmati dengan rasa yang lebih seimbang dan aroma yang lebih hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorInaf Mei