5 Tips Menyuling dan Menyeduh Teh Hijau agar Memiliki Rasa Optimal

- Gunakan suhu air yang tepat untuk menyeduh teh hijau
- Ukur takaran daun dengan proporsi yang tepat
- Atur waktu seduh secara cermat
Teh hijau memiliki karakter rasa yang halus dan kaya nuansa yang dipengaruhi oleh kualitas daun serta teknik penyeduhan. Rasa terbaik dapat diperoleh dengan memperhatikan suhu air, takaran daun, dan waktu seduh agar teh tidak pahit dan aromanya tetap segar.
Selain diseduh dengan air panas, teh hijau juga dapat diolah dengan metode menyuling atau cold brew yang menghasilkan rasa lebih lembut dan minim getir. Pemilihan metode penyeduhan sebaiknya disesuaikan dengan karakter rasa yang diinginkan serta kandungan senyawa sehat yang ingin dipertahankan.
1. Gunakan suhu air yang tepat untuk menyeduh teh hijau

Suhu air sangat menentukan rasa teh hijau karena daunnya peka terhadap panas berlebih yang dapat memicu rasa pahit. Untuk sebagian besar teh hijau, gunakan air bersuhu sekitar 74 derajat Celsius atau diamkan air mendidih beberapa menit sebelum digunakan.
Jika tidak memiliki termometer, cukup didihkan air lalu tunggu sekitar 3 sampai 4 menit agar suhunya lebih sesuai. Cara ini membantu menjaga keseimbangan aroma dan rasa sehingga teh terasa lebih lembut dan tidak tajam.
2. Ukur takaran dauh dengan proporsi yang tepat

Takaran daun menentukan kuat atau ringannya rasa teh. Sebagai acuan awal, gunakan sekitar satu sendok teh daun teh hijau per 150 mililiter air. Untuk daun berkualitas tinggi yang rasanya lebih pekat, takaran bisa sedikit dikurangi dengan waktu seduh singkat agar karakter rasanya tetap seimbang.
Lakukan penyesuaian takaran secara bertahap hingga sesuai selera, karena setiap jenis teh hijau seperti sencha atau gyokuro memiliki kebutuhan berbeda. Mencatat takaran dan waktu seduh akan membantu Anda mendapatkan hasil rasa yang konsisten.
3. Atur waktu seduh secara cermat

Waktu seduh yang terlalu lama membuat teh terasa pahit, sedangkan seduhan yang terlalu singkat menghasilkan rasa yang lemah dan kurang berkarakter. Untuk sebagian besar teh hijau, waktu seduh ideal adalah 1 hingga 2 menit dan dapat disesuaikan dengan jenis daun serta selera masing masing.
Pada metode cold brew, waktu seduh memang lebih lama tetapi menggunakan suhu dingin sehingga pelepasan tanin berlangsung lebih lambat dan rasa menjadi lebih halus. Penyeduhan selama 4 hingga 8 jam di dalam kulkas umumnya menghasilkan rasa manis alami dengan karakter yang lembut.
4. Pilih kualitas air dan alat seduh yang sesuai

Kualitas air memengaruhi cita rasa teh, karena itu gunakan air bersih agar aroma dan rasa keluar maksimal. Pilih alat seduh dari porselen atau kaca yang bersifat netral dibandingkan logam, lalu saring daun segera setelah waktu seduh selesai.
Untuk teh daun longgar, gunakan infuser yang memberi ruang bagi daun mengembang sehingga aroma dan rasa lebih seimbang. Pastikan alat seduh selalu dibersihkan secara rutin agar tidak ada sisa rasa lama yang memengaruhi seduhan berikutnya.
5. Terapkan metode penyulingan atau cold brew

Menyuling atau cold brew adalah metode menyeduh teh hijau dengan air dingin yang mengekstrak rasa secara perlahan sehingga kepahitan berkurang. Gunakan rasio sekitar satu sendok teh daun untuk 200 hingga 250 mililiter air dingin, lalu simpan di kulkas selama 4 sampai 8 jam agar menghasilkan rasa yang lembut dan segar.
Metode cold brew cenderung mempertahankan aroma manis alami dan mengurangi senyawa yang menimbulkan rasa sepat di tenggorokan. Karena prosesnya praktis, teknik ini cocok untuk cuaca hangat dan memudahkan Anda menyiapkan teh hijau dalam jumlah cukup untuk dinikmati sepanjang hari.
Menyuling dan menyeduh teh hijau agar rasanya optimal memerlukan suhu air yang tepat, takaran daun seimbang, waktu seduh terkontrol, serta air dan alat seduh yang berkualitas. Dengan mencoba berbagai metode seperti cold brew dan mencatat hasilnya, Anda dapat lebih cepat menemukan racikan teh hijau yang paling sesuai dengan selera.

















