TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

6 Bahan yang Tidak Boleh Dimasukkan ke dalam Infused Water

Membuat infused water-mu sia-sia

Ilustrasi infused water lemon, daun mint, dan stroberi (pexels.com/Damian Apanasowicz)

Beberapa tahun terakhir, infused water  menjadi bagian dari gaya hidup sehat di kalangan masyarakat Indonesia. Minuman yang terbuat dari rendaman buah-buahan, rempah-rempah, hingga daun aromatik ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Mulai dari menurunkan berat badan, antipenuaan, hingga detoks.

Hal utama yang harus diperhatikan sebelum membuat infused water adalah pemilihan bahan. Kalau salah pilih, bisa-bisa infused water buatanmu jadi sia-sia atau bahkan menimbulkan beberapa masalah kesehatan. 

Supaya hasilnya maksimal untuk kesehatan, ada beberapa bahan yang sebaiknya jangan dimasukkan ke dalam infused water. Penasaran apa saja? Simak ulasannya di bawah ini, yuk!

1. Buah-buahan yang terlalu matang

Ilustrasi buah busuk (pixabay.com/dimitrisvetsikas1969)

Salah satu syarat utama membuat infused water adalah menggunakan bahan-bahan yang segar, terutama buah-buahan. Pastikan buah-buahan yang kamu gunakan tidak dalam keadaan terlalu matang, apalagi busuk.

Sebab, kondisi buah akan berpengaruh pada kualitas infused water. Buah yang terlalu matang biasanya cenderung lembek dan kadar glukosanya tinggi. Jika direndam dalam waktu lama, buah tersebut akan semakin lembek dan rasanya jadi kurang enak. 

2. Buah-buahan bertekstur lembek

ilustrasi alpukat segar (unsplash.com/thoughtcatalog)

Buah-buahan yang teksturnya lunak atau cenderung lembek, seperti semangka, pisang, alpukat, mangga matang, dan pepaya, juga tidak disarankan untuk dijadikan bahan infused water.

Buah-buahan tersebut akan mudah hancur saat direndam dengan air dan wujudnya menjadi seperti bubur. Air rendaman pun akan keruh dan tampilannya tidak menarik.

Alih-alih dijadikan infused water, sebaiknya buah-buahan bertekstur lembek tersebut dimakan langsung dalam keadaan segar. Kalau mau "bentuk lain", kamu juga boleh menjadikannya smoothies dengan cara dibekukan terlebih dahulu, kemudian diblender.

Baca Juga: 12 Bahan Tambahan untuk Infused Water Selain Buah, Rasanya Lebih Segar

3. Buah nangka

Potret buah nangka segar (unsplash.com/towfiqu999999)

Buah nangka sebaiknya jangan dijadikan infused water, karena mengandung kadar alkohol yang cukup tinggi. Mengonsumsi nangka yang direndam dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko sakit lambung, apalagi kalau kamu sering kena maag.

Buah ini lebih sebaiknya dimakan langsung dalam keadaan matang. Namun, jangan terlalu banyak juga, ya!

4. Gula

Ilustrasi gula pasir (unsplash.com/faran_raufi)

Salah satu manfaat infused water adalah menurunkan berat badan hingga mengurangi kadar gula dalam tubuh. Penambahan gula ke dalam rendaman air dan buah-buahan justru berisiko menaikkan berat badan. Jadi sia-sia infused water buatanmu.

Kalau pengin infused water yang manis, kamu dapat menggunakan buah-buahan yang juga rasanya cenderung manis. Kurma (menjadi air nabeez) misalnya.

5. Air hangat atau air panas

Ilustrasi air panas (pixabay.com/MYCCF)

Jangan pernah sekali pun coba menggunakan air hangat atau bahkan air panas sebagai bahan pembuatan infused water! Suhu yang cukup tinggi "memaksa" buah-buahan mengeluarkan nutrisi dan sari-sarinya dalam waktu cepat sehingga buah-buahan mudah lembek.

Selain itu, kualitas infused water juga menurun, karena banyak nutrisi dari buah-buahan yang hilang akibat penggunaan air hangat atau air panas. Rasanya pun jadi kurang nikmat.

Baca Juga: 10 Cara Membuat Infused Water biar Gak Hambar seperti Air Kobokan

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya