Ilustrasi adonan chiffon cake (commonswikimedia/Roozitaa)
Sekilas, chiffon cake memang terlihat mirip dengan sponge cake atau cotton cake. Sama-sama ringan, sama-sama lembut, dan tampilannya polos tanpa dekorasi berlebihan. Tapi, chiffon cake punya karakter yang cukup berbeda, baik dari segi bahan, teknik pembuatan, hingga teksturnya.
Perbedaan paling mendasar ada pada jenis lemak yang digunakan. Chiffon cake gak menggunakan mentega, melainkan minyak sayur yang membuat tekstur cake menjadi lebih lembap dan lentur, bahkan setelah disimpan beberapa hari. Sementara itu, butter cake mengandalkan mentega yang memberi rasa gurih kuat, tapi teksturnya cenderung lebih padat dan berat.
Dari sisi teknik, chiffon cake juga punya keunikan karena menggunakan dua metode sekaligus. Putih telur dikocok terpisah hingga mengembang kaku seperti pada sponge atau angel food cake, lalu dilipat perlahan ke dalam adonan kuning telur yang sudah dicampur minyak dan cairan. Hasilnya adalah cake yang mengembang tinggi, berpori halus, dan terasa ringan tanpa kehilangan kelembapan.
Jika dibandingkan dengan angel food cake, chiffon cake juga punya perbedaan yang jelas. Angel food cake sama sekali gak menggunakan kuning telur dan lemak, sehingga teksturnya sangat ringan tapi cenderung kering dan rapuh. Chiffon cake justru menggabungkan kuning telur dan minyak, membuat rasanya lebih "berisi" dan gak hambar.
Dari segi rasa dan fleksibilitas, chiffon cake terbilang paling adaptif. Rasanya ringan, gak terlalu manis, dan mudah dipadukan dengan berbagai varian, mulai dari lemon, cokelat, kopi, hingga pandan dan jeruk. Inilah yang membuat chiffon cake sering diandalkan untuk berbagai acara, karena bisa dinikmati hampir semua kalangan tanpa terasa enek.
Kesimpulannya, jika butter cake identik dengan rasa kaya dan padat, sponge cake terkenal ringan tapi kering, dan angel food cake super airy namun minim rasa, maka chiffon cake berada di titik tengah yang ideal: ringan, lembap, dan seimbang. Perpaduan inilah yang membuat chiffon cake punya tempat tersendiri di dunia per-kue-an dan tetap relevan hingga sekarang.