Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi steak
ilustrasi steak (unsplash.com/José Ignacio Pompé)

Intinya sih...

  • Potongan daging mempengaruhi tekstur dan rasa steak

  • Marbling penting untuk kelembutan dan rasa steak

  • Warna, kesegaran, label, dan ketebalan daging perlu diperhatikan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memilih daging steak di supermarket ternyata gak bisa asal ambil, karena kualitasnya sangat menentukan rasa akhir saat dimasak. Rasa steak yang kurang memuaskan sering bermula dari proses memilih daging yang kurang tepat. Dengan sedikit pengetahuan, kamu bisa mendapatkan potongan steak yang empuk dan flavorful tanpa harus ke butcher shop mahal.

Selain itu, memahami label dan tampilan daging juga bisa membantu kamu memilih yang paling segar dan berkualitas. Kalau kamu sering bingung di rak daging supermarket, artikel ini wajib kamu baca sampai habis. Yuk, simak lima cara memilih daging steak berkualitas di supermarket agar masakanmu makin naik level!

1. Perhatikan potongan daging yang dipilih

ilustrasi memotong daging sapi (freepik.com/freepik)

Masing-masing potongan steak memiliki struktur serat dan kandungan lemak yang mempengaruhi tekstur serta rasa. Tenderloin dikenal sebagai potongan paling empuk karena minim jaringan ikat, tetapi rasanya cenderung lebih ringan karena kandungan lemaknya rendah. Sementara itu, sirloin memiliki tekstur lebih padat dengan rasa daging yang lebih kuat, dan tetap bisa juicy jika dimasak dengan teknik yang tepat.

Sementara itu, ribeye terkenal dengan lemaknya yang banyak sehingga rasanya kaya dan gurih. Jika kamu baru belajar memasak steak, sirloin dan ribeye bisa jadi pilihan yang aman. Pastikan kamu menyesuaikan pilihan cut dengan selera dan teknik memasak yang akan digunakan.

2. Cek marbling atau pola lemak pada daging

ilustrasi daging steak (unsplash.com/Sergey Kotenev)

Marbling adalah garis-garis lemak putih yang terlihat di dalam daging, dan ini sangat penting untuk kualitas steak. Lemak inilah yang membuat steak terasa juicy dan kaya rasa saat dimasak. Semakin merata marbling-nya, biasanya semakin empuk dan flavorful daging tersebut.

Daging yang hampir tidak memiliki marbling biasanya lebih cepat kering saat dimasak, karena minim lemak yang meleleh dan menjaga kelembapan. Sebaliknya, potongan dengan lemak berlebihan bisa menghasilkan tekstur yang terlalu greasy bagi sebagian orang. Untuk hasil terbaik, pilih daging dengan distribusi lemak yang merata, karena marbling membantu menjaga kelembutan sekaligus memperkaya rasa steak.

3. Perhatikan warna dan kesegaran daging

ilustrasi daging steak yang masih segar (pixabay.com/u_rt5bpvly)

Warna daging menjadi indikator penting untuk menilai kesegaran dan kualitasnya. Daging sapi segar umumnya berwarna merah cerah atau merah cherry, karena kandungan oksigen pada pigmen myoglobin masih optimal. Warna yang pucat, keabu-abuan, atau cokelat gelap bisa menandakan daging sudah teroksidasi atau disimpan terlalu lama.

Selain warna, perhatikan juga cairan yang keluar dari kemasan, karena terlalu banyak cairan bisa menandakan daging sudah lama disimpan. Saat ditekan, daging segar akan terasa kenyal dan kembali ke bentuk semula, bukan lembek atau lengket. Untuk hasil steak terbaik, sebaiknya pilih daging dengan warna cerah, tekstur elastis, dan tampilan paling segar meski harganya sedikit lebih tinggi.

4. Baca label dan informasi pada kemasan

ilustrasi pasangan sedang memperhatikan label makanan (pexels.com/Jack Sparrow)

Supermarket biasanya mencantumkan informasi penting pada label kemasan daging. Kamu bisa melihat jenis potongan, asal daging, tanggal potong, dan tanggal kedaluwarsa. Beberapa produk juga mencantumkan grade seperti USDA Choice atau Prime yang menunjukkan kualitas marbling.

Jika memungkinkan, pilih daging berlabel chilled karena biasanya teksturnya lebih baik dan tetap juicy dibandingkan daging beku. Label kemasan juga memberi gambaran soal kualitas, asal produk, hingga kisaran harga yang sepadan dengan kualitasnya. Dengan membaca informasi ini secara teliti, kamu bisa menghindari membeli daging yang kualitasnya tidak sesuai harapan.

5. Sesuaikan ketebalan dengan cara memasak

ilustrasi memasak steak (pexels.com/Vidal Balielo Jr.)

Ketebalan daging berperan penting dalam menentukan tingkat kematangan dan juiciness steak. Untuk teknik pan-seared atau grill, potongan setebal 2–3 cm dinilai paling ideal karena panas bisa masuk merata tanpa membuat bagian luar cepat kering. Daging yang terlalu tipis cenderung cepat overcooked, sedangkan potongan yang terlalu tebal memerlukan teknik khusus seperti oven finishing agar matang sempurna.

Jika kamu pemula, pilih ketebalan sedang agar lebih mudah dikontrol saat memasak. Selain itu, daging yang lebih tebal biasanya lebih juicy karena panas tidak langsung menembus ke bagian tengah. Dengan memilih ketebalan yang tepat, peluang mendapatkan steak empuk dan juicy akan jauh lebih besar.

Mengetahui cara memilih daging steak berkualitas di supermarket adalah langkah awal untuk mendapatkan hasil makanan yang empuk dan juicy di rumah. Dengan memahami cut, marbling, warna, label, dan ketebalan daging, kamu bisa menghindari kesalahan umum saat belanja di supermarket. Jadi, sebelum masuk ke dapur, pastikan kamu sudah memilih daging terbaik agar pengalaman makan steak di rumah terasa lebih istimewa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team