Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi soft cookies
ilustrasi soft cookies (pexels.com/Marcia Salido)

Intinya sih...

  • Gunakan perbandingan minyak yang tepat, sekitar 75–80 ml untuk 100 gram butter agar adonan tidak terlalu berminyak.

  • Pilih jenis minyak dengan aroma netral seperti canola, jagung, atau sayur agar rasa cookies tetap fokus pada cokelat atau vanilla.

  • Tambahkan bahan pelembut tambahan seperti kuning telur ekstra atau susu cair untuk menjaga tekstur cookies tetap soft dan moist.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah ingin membuat soft cookies tapi kehabisan butter di dapur? Atau mungkin kamu ingin versi cookies yang lebih praktis tanpa harus menunggu butter di suhu ruang? Tenang, kamu tetap bisa membuat soft cookies yang lembut dan enak dengan mengganti butter menggunakan minyak.

Mengganti butter dengan minyak memang perlu trik khusus agar tekstur cookies tidak bantat. Kalau caranya tepat, cookies justru bisa lebih moist dan tahan lembut lebih lama. Yuk, bahas satu per satu cara mengganti butter dengan minyak agar soft cookies lembut dan hasilnya gak gagal!

1. Gunakan perbandingan minyak yang tepat

ilustrasi minyak sayur (pixabay.com/congerdesign)

Saat mengganti butter dengan minyak, takarannya tidak bisa disamakan begitu saja. Umumnya, 100 gram butter bisa diganti dengan sekitar 75–80 ml minyak. Perbandingan ini penting agar adonan cookies tidak terlalu berminyak.

Minyak memiliki kandungan lemak murni tanpa air, berbeda dengan butter. Jika takarannya berlebihan, cookies bisa melebar dan terlalu rapuh. Jadi, selalu ukur minyak dengan teliti untuk hasil soft cookies yang ideal.

2. Pilih jenis minyak yang netral aromanya

Ilustrasi minyak canola (pixabay.com/kerdkanno)

Jenis minyak sangat memengaruhi rasa soft cookies. Gunakan minyak dengan aroma netral seperti minyak canola, minyak jagung, atau minyak sayur. Hindari minyak dengan aroma kuat karena bisa mengganggu rasa cookies.

Minyak aroma netral akan membuat rasa cookies tetap fokus pada cokelat, vanilla, atau topping lainnya. Selain itu, aroma cookies tetap wangi tanpa rasa asing. Ini penting agar soft cookies tetap terasa seperti versi klasiknya.

3. Tambahkan bahan pelembut tambahan

ilustrasi kuning telur (vecteezy.com/Chot Studio)

Karena butter memberi rasa dan kelembutan alami, penggantinya perlu sedikit trik tambahan. Kamu bisa menambahkan satu kuning telur ekstra atau sedikit susu cair ke adonan. Bahan ini membantu menjaga tekstur cookies tetap soft dan moist.

Kuning telur memberi kelembutan tanpa membuat adonan cair. Sementara susu membantu memperkaya rasa dan struktur cookies. Dengan kombinasi ini, soft cookies tetap empuk meski tanpa butter.

4. Jangan terlalu lama mengaduk adonan

ilustrasi membuat adonan (pixabay.com/congerdesign)

Menggunakan minyak membuat adonan cookies lebih cepat tercampur. Jika diaduk terlalu lama, gluten bisa terbentuk berlebihan dan membuat cookies keras. Aduk secukupnya sampai semua bahan tercampur rata.

Teknik ini penting untuk mendapatkan soft cookies yang lembut di bagian tengah. Gunakan spatula atau mikser kecepatan rendah agar tekstur adonan tetap ringan. Semakin lembut adonan, semakin empuk hasil cookies-nya.

5. Perhatikan waktu dan suhu pemanggangan

ilustrasi oven (pixabay.com/IdaT)

Soft cookies dengan minyak cenderung lebih cepat matang. Panggang cookies pada suhu sedang, sekitar 170–180 derajat Celsius. Jangan menunggu cookies benar-benar kering di oven.

Keluarkan cookies saat bagian pinggirnya set, tapi tengahnya masih terlihat lembut. Cookies akan mengeras sedikit setelah dingin, namun bagian dalamnya tetap soft. Trik ini penting agar tekstur cookies tidak berubah menjadi keras.

Membuat soft cookies tanpa butter ternyata tidak serumit yang dibayangkan, ya. Dengan teknik yang tepat dan mempraktikkan cara mengganti butter dengan minyak agar soft cookies lembut, camilan buatanmu bakal tetap lembut, moist, dan menggoda sejak gigitan pertama. Siap bereksperimen di dapur dan menemukan versi soft cookies favoritmu sendiri?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team