Potret mont blanc (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)
Sebelum membahas lebih jauh tentang alasan kopi asal Melbourne jadi tren baru di Indonesia, kita kenalan dulu apa saja olahan kopi yang lahir di sana. Melansir berbagai sumber, magic coffee dan mont blanc merupakan "anak kandung" dari budaya ngopi di Melbourne. Sementara itu, flat white juga menjadi primadona, meski tidak lahir di sana, melainkan di Sydney.
Magic coffee adalah olahan kopi berbasis susu (milk-based coffee) yang dianggap sebagai "rahasia umum" para pencinta kopi di Melbourne. Kopi ini terdiri dari double ristretto dan steamed milik. Ristretto sendiri terbuat dari espresso yang diekstraksi dengan air lebih sedikit dan waktu lebih singkat, hingga menghasilkan kopi yang lebih kental, manis alami, dan aromatik. Teksturnya juga cenderung lembut meski menggunakan double shot.
Penyajian magic coffee ini juga sangat khas dan unik, yakni menggunakan cangkir tulip berukuran 5–6 oz atau sekitar 150 ml-180 ml. Takaran ini pun sangat pas diminum untuk mengawali hari, saat bersantai, atau di sela-sela padatnya aktivitas.
Selain magic coffee, ada mont blanc yang sedang digandrungi orang Indonesia. Melansir akun Instagram influencer Jiewa Vieri (@inijie) pada Senin (20/4/2026), mont blanc lahir dari tangan kreatif barista di gerai kopi Good Measure, Lygon Street, Melbourne, Australia. Sebelum mont blanc lahir, latte, flat white, long black, magic, dan cappuccino telah lebih dulu menjadi best seller di sana.
Pada dasarnya, mont blanc merupakan minuman yang terdiri dari dua layer atau lapisan yang sangat kontras. Lapisan bawahnya berupa cold brew coffee dengan warna cokelat gelap.
"Agak deep dive ke postingan lama di IG Good Measure, disebutkan base-nya adalah Ethiopia Yirgacheffe cold brew," tulis Jiewa Vieri di Instagram pribadinya, @inijie, Senin (20/4/2026).
Sementara itu, bagian atasnya berupa textured milk atau susu yang dipanaskan menggunakan steam wand mesin espresso untuk menghasilkan microfoam yang halus, lembut, dan creamy. Bagian atasnya diberi taburan berupa grated nutmeg (biji pala utuh yang diparut) dan orange zest (parutan kulit jeruk terluar). Dua topping ini memberikan sensasi unik saat menyentuh mulut.
Jiewa Vieri juga menjelaskan tentang rasa dan tekstur mont blanc yang pertama kali ia coba saat mengunjungi Good Measure pada 2023 lalu. Layer paling atas dari kopi ini memiliki ketebalan sekitar 3 cm dengan tekstur milky, creamy, dan velvety. Rasa manisnya pas dengan sentuhan aroma sitrus dari orange zest.
Sementara itu, cold brew atau layer bawahnya rasanya manis alami dengan sentuhan aroma floral dan ada sedikit hint vanilla. Teksturnya pun cenderung ringan, menyegarkan, dan terasa "clean." Saat menyeruputnya langsung, bagian bawah cold brew seakan menembus foam yang atas.
"Jadi, sekali minum bisa dapat atas dan bawahnya," tulis Jiewa.