Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Menggoreng Keripik Bawang, Renyah dan Matang Merata
ilustrasi keripik bawang (vecteezy.com/Afan Prasetyo)
  • Artikel membahas lima tips penting agar keripik bawang jadi renyah, matang merata, dan tidak bantat saat digoreng.
  • Langkah-langkah utamanya meliputi menggiling adonan tipis, memakai minyak banyak, serta menjaga suhu api kecil agar tidak gosong.
  • Keripik yang sudah matang disarankan ditiriskan di atas tisu supaya tidak terlalu berminyak dan tetap garing lebih lama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Keripik bawang merupakan camilan jadul yang selalu bikin ketagihan untuk ngunyah terus-menerus. Rasanya gurih dan aromanya wangi. Bahkan orang-orang suka mencampur keripik bawang untuk teman makan bakso, mi ayam, ataupun suguhan berkuah lainnya.

Keripik bawang perlu digoreng dengan benar supaya hasilnya renyah dan bebas bantat. Biar keripik bawang buatanmu mendapat kelezatan yang sama, intip lima tips menggoreng keripik bawang tersebut di sini!

1. Pastikan adonan digiling rapi sampai tipis

ilustrasi menggiling adonan pakai noodle maker (pexels.com/Antonius Ferret)

Untuk memperoleh keripik bawang yang renyah dan cepat matang, adonan perlu digilas sampai ukurannya cukup tipis. Bisa pakai penggiling mi untuk mempermudah dan mempercepat pembentukan adonan.

Biasanya adonan digilas memakai penggiling No. 3 atau bisa disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing. Bila bentuknya tipis, maka adonan keripik jadi lebih gampang renyah dan meminimalisir tekstur bantat.

2. Gunakan minyak dalam jumlah banyak

ilustrasi minyak dalam wajan (pixabay.com/Muzick Chan)

Jumlah minyak untuk menggoreng keripik bawang juga perlu diperhatikan. Jumlahnya harus bisa merendam adonan keripik supaya matang merata dan tidak ada bagian yang bantat karena kekurangan minyak.

Selain itu, wajan yang digunakan untuk menggoreng keripik ini sebaiknya lebar dan dalam, karena adonan akan mengembang. Khawatir bila menggunakan wajan dangkal, adonan tidak dapat tergoreng sempurna.

3. Jangan sering diaduk sebelum adonan kering

ilustrasi menggoreng (pixabay.com)

Sewaktu memasak adonan keripik bawang, usahakan adonan tidak diaduk-aduk dulu sebelum lembarannya mengeras. Khawatir pengadukan berpengaruh pada bentuk keripik yang tipis, jadi mudah patah atau menempel.

Biarkan adonan tampak kering dulu, lalu kamu bisa mengaduk sesekali untuk memastikan keripik bawang matang sempurna. Biar mudah diatur, usahakan adonan tidak dimasak terlalu banyak karena wajan bakalan penuh sesak.

4. Masak menggunakan api kecil agar tidak cepat gosong

ilustrasi memasak adonan di api kecil (pexels.com/Anna Shvets)

Menggoreng keripik bawang sebaiknya dilakukan dengan api kecil tapi panas. Ini supaya semua bagian keripik matang merata dan tidak cepat gosong sebelum diangkat.

Sering kali api terlalu tinggi menyebabkan adonan cepat kecokelatan dan berakhir keras, sementara bagian dalamnya masih lembek dan bantat. Untuk itu, pastikan panas api kompor diatur dengan baik supaya menghasilkan kematangan merata.

5. Tiriskan di atas tisu agar tidak terlalu berminyak

ilustrasi keripik bawang (pixabay.com/go_see)

Sesaat setelah keripik jadi kering dan cokelat muda, sebaiknya adonan langsung diangkat dari penggorengan. Nantinya keripik akan tetap matang di luar penggorengan dan menghasilkan warna yang merata yang menggugah selera.

Di samping itu, keripik bawang yang sudah matang bisa ditiriskan di atas tisu untuk menghilangkan sisa minyak yang menempel. Sebab bila minyaknya dibiarkan, khawatir akan membuat keripik bawang cepat melempem.

Untuk menghasilkan keripik bawang yang renyah dan menggugah selera, proses menggorengnya perlu diperhatikan dengan baik. Ikuti aneka tips menggoreng keripik bawang di atas supaya hasilnya renyah tanpa drama bantat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team