Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Perbedaan Stock dan Broth, Pahami sebelum Memasak Kaldu
ilustrasi merebus kaldu (pexels.com/Annushka Ahuja)
  • Artikel menjelaskan perbedaan antara stock dan broth yang sering disamakan, padahal keduanya memiliki bahan dasar, teknik memasak, serta fungsi berbeda dalam dunia kuliner.
  • Stock dibuat dari rebusan tulang dengan waktu lama hingga menghasilkan cairan kental kaya kolagen, sedangkan broth berasal dari daging yang dimasak lebih singkat dan rasanya lebih ringan.
  • Stock biasa digunakan sebagai dasar masakan karena netral dan pekat, sementara broth sudah berbumbu sehingga bisa langsung diminum atau disajikan sebagai sup sederhana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat memasak sup atau hidangan berkuah, istilah stock dan broth sering muncul dalam resep. Keduanya sama-sama cairan hasil rebusan bahan makanan, tetapi sebenarnya memiliki karakter yang berbeda. Memahami perbedaannya penting agar hasil masakan tidak meleset dari rasa, tekstur, maupun fungsi yang diharapkan.

Meski sama-sama disebut kaldu dalam percakapan sehari-hari, teknik pembuatan dan tujuan penggunaannya tidak selalu sama. Perbedaan kecil dalam bahan dan waktu memasak bisa menghasilkan cairan yang lebih pekat atau justru lebih ringan. Berikut empat perbedaan stock dan broth dalam membuat kaldu.

1. Perbedaan bahan dasar yang digunakan

ilustrasi tulang sapi (pexels.com/Los Muertos Crew)

Stock biasanya dibuat dengan merebus tulang, baik tulang ayam, sapi, maupun ikan, dan sering kali masih menyisakan sedikit daging atau jaringan ikat. Tulang ini mengandung kolagen yang akan larut selama proses perebusan yang panjang dan menghasilkan cairan yang lebih kental. Sayuran aromatik seperti bawang, wortel, dan seledri sering ditambahkan sebagai pelengkap rasa, tetapi tulang tetap menjadi komponen utama.

Sementara itu, broth lebih sering dibuat dari daging yang masih utuh atau potongan daging bertulang dengan porsi daging yang lebih banyak. Fokusnya bukan hanya pada ekstraksi kolagen, tetapi juga pada rasa gurih alami dari daging itu sendiri. Karena menggunakan daging sebagai bahan utama, broth biasanya terasa lebih ringan dan siap diminum langsung tanpa perlu diolah lagi.

2. Perbedaan waktu memasak dan teknik perebusan

ilustrasi membuat kaldu (freepik.com/valeria_aksakova)

Proses pembuatan stock umumnya membutuhkan waktu lebih lama, bisa beberapa jam agar kolagen dari tulang benar-benar keluar dan larut ke dalam air. Perebusan dilakukan dengan api kecil agar cairan tetap jernih dan tidak keruh. Waktu yang panjang ini membantu menghasilkan tekstur yang lebih pekat dan kaya. Selain itu, buih yang muncul di permukaan biasanya disaring secara berkala agar rasa tetap bersih dan tidak pahit.

Sebaliknya, broth biasanya dimasak dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan stock. Karena menggunakan lebih banyak daging, rasa gurihnya lebih cepat keluar tanpa perlu perebusan terlalu lama. Hasilnya adalah cairan yang lebih ringan, tidak terlalu kental, dan cocok disajikan langsung sebagai sup sederhana. Proses yang lebih singkat ini juga membantu menjaga cita rasa daging tetap segar dan tidak terlalu kuat.

3. Perbedaan tekstur dan kekentalan

ilustrasi memakan sup (unsplash.com/Henrique Felix)

Stock cenderung memiliki tekstur lebih kental ketika didinginkan karena kandungan kolagen yang tinggi dari tulang. Bahkan, cairannya bisa berubah menjadi seperti gel saat masuk kulkas. Kekentalan alami ini membuat stock sangat cocok digunakan sebagai dasar saus atau sup. Saat dipanaskan kembali, teksturnya akan mencair, namun tetap terasa lebih berisi, sehingga mampu meningkatkan sensasi gurih dan memperkaya masakan.

Sebaliknya, broth memiliki tekstur yang lebih encer dan ringan. Ketika didinginkan, cairannya tetap cair dan tidak membentuk gel yang padat. Inilah sebabnya broth sering dipilih untuk hidangan yang ingin mempertahankan rasa segar dan tidak terlalu berat di mulut. Teksturnya yang ringan juga membuatnya nyaman diminum langsung, terutama sebagai sup hangat yang tidak terasa terlalu pekat tapi mengenyangkan.

4. Perbedaan fungsi dalam masakan

ilustrasi memakan sup (freepik.com/pvproductions)

Dalam praktiknya, stock lebih sering digunakan sebagai bahan dasar untuk memasak, bukan untuk diminum langsung. Cairan ini menjadi fondasi rasa bagi saus, sup krim, atau masakan berkuah yang membutuhkan struktur dan kedalaman. Karena rasanya cenderung netral dan tidak terlalu asin, stock mudah disesuaikan dengan berbagai resep.

Sementara itu, broth umumnya sudah dibumbui dan memiliki rasa yang lebih siap untuk dikonsumsi. Banyak orang menikmatinya langsung sebagai sup ringan atau sebagai pendamping. Broth terasa lebih fleksibel untuk penyajian cepat karena tidak membutuhkan banyak proses tambahan. Tanpa perlu penambahan bumbu yang banyak, broth cocok untuk tambahan menu yang terasa gurih dan hangat.

Meski sekilas serupa, ada perbedaan stock dan broth yang mencakup bahan, waktu memasak, tekstur, hingga fungsi penggunaannya. Stock cenderung lebih pekat dan cocok sebagai dasar masakan, sedangkan broth lebih ringan dan siap dinikmati langsung. Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa memilih jenis kaldu yang tepat sesuai kebutuhan resep dan hasil rasa yang diinginkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team