Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi slow cooker
ilustrasi slow cooker (unsplash.com/MChe Lee)

Intinya sih...

  • Suhu memasak terlalu rendah untuk memunculkan aroma

  • Bumbu langsung dimasukkan tanpa ditumis

  • Tutup slow cooker terlalu rapat menahan uap aroma

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Slow cooker sering dipilih karena kepraktisannya dalam memasak tanpa harus sering diawasi. Kamu cukup memasukkan bahan, mengatur waktu, lalu membiarkannya bekerja sendiri selama berjam-jam. Namun hasil masakan yang diharapkan kaya aroma justru terasa hambar. Bumbu seperti kurang menyatu dan aromanya gak sekuat masakan yang dimasak di atas kompor. Kondisi ini sering membuat kamu ragu, apakah slow cooker memang cocok untuk masakan berbumbu kuat.

Masakan yang kurang beraroma dari slow cooker sebenarnya bukan hal aneh. Metode memasak lambat dengan suhu rendah punya karakteristik berbeda dibanding memasak cepat. Aroma dan reaksi bumbu juga dipengaruhi oleh panas dan teknik memasak. Jika kamu memperlakukan slow cooker seperti panci biasa, hasilnya memang sering gak maksimal. Memahami penyebab slow cooker sering bikin masakan kurang beraroma bisa membantu kamu menyesuaikan cara memasak yang maksimal.

1. Suhu memasak terlalu rendah untuk memunculkan aroma

ilustrasi slow cooker (unsplash.com/Vladyslav Bahara)

Slow cooker bekerja pada suhu rendah dalam waktu lama. Suhu ini memang ideal untuk membuat daging empuk, tapi kurang optimal untuk memunculkan aroma bumbu. Banyak senyawa aroma baru terbentuk pada suhu tinggi. Saat kamu memasak dengan suhu rendah terus-menerus, proses tersebut gak terjadi maksimal. Akibatnya, masakan matang tapi aromanya terasa datar.

Berbeda dengan menumis di wajan, slow cooker gak memberi efek panas langsung. Bumbu gak mengalami proses karamelisasi atau pemanggangan ringan. Padahal proses itu penting untuk mengeluarkan aroma kuat. Jika kamu berharap aroma langsung keluar seperti masakan tumis, hasilnya pasti terasa kurang. Slow cooker memang butuh pendekatan berbeda.

2. Bumbu langsung dimasukkan tanpa ditumis

ilustrasi bumbu dapur (freepik.com/bearfotos)

Kebiasaan langsung memasukkan bumbu mentah ke dalam slow cooker sering jadi penyebab utama aroma kurang keluar. Bawang, rempah, dan bumbu dasar sebenarnya perlu ditumis terlebih dahulu. Proses menumis membantu mengeluarkan minyak alami dan aroma bumbu. Jika kamu melewatkan tahap ini, bumbu hanya direbus perlahan. Aromanya pun gak berkembang maksimal.

Slow cooker memang praktis, tapi bukan berarti semua tahap bisa dilewati. Menumis sebentar sebelum memasak bisa memberi perbedaan besar. Aroma bawang dan rempah jadi lebih tajam dan kompleks. Tanpa proses ini, masakan terasa seperti direbus biasa. Kamu pun merasa hasilnya kurang menggugah selera.

3. Tutup slow cooker terlalu rapat menahan uap aroma

ilustrasi slow cooker (unsplash.com/Zhisheng Deng)

Slow cooker dirancang dengan tutup rapat agar cairan gak cepat menguap. Hal ini memang menjaga masakan tetap lembap. Namun efek sampingnya, uap aroma gak menyebar keluar. Aroma hanya terperangkap di dalam panci. Saat tutup dibuka, aroma memang ada, tapi gak sekuat masakan yang dimasak terbuka.

Uap yang terperangkap juga membuat aroma gak mengalami konsentrasi. Pada masakan terbuka, cairan berkurang dan aroma jadi lebih pekat. Di slow cooker, cairan cenderung tetap banyak. Masakan jadi terasa lebih encer dan aromanya kurang tajam. Kondisi ini sering membuat kamu merasa bumbu kurang meski sudah banyak.

4. Terlalu banyak cairan dalam masakan

ilustrasi seseorang sedang memasak (freepik.com/freepik)

Menambahkan air atau kaldu terlalu banyak sering terjadi saat memasak dengan slow cooker. Kamu mungkin takut masakan kering selama dimasak lama. Padahal, cairan berlebih justru mengencerkan rasa dan aroma. Bumbu jadi gak dominan karena terlalu larut dalam cairan. Hasil akhirnya terasa ringan dan kurang nendang.

Slow cooker sebenarnya membutuhkan cairan lebih sedikit dibanding memasak biasa. Bahan akan mengeluarkan airnya sendiri selama proses panjang. Jika kamu menambahkan cairan sejak awal terlalu banyak, aroma sulit terkonsentrasi. Mengurangi jumlah cairan bisa membantu rasa dan aroma lebih kuat. Kesalahan ini sering terjadi karena asumsi yang keliru.

5. Waktu memasak terlalu lama merusak aroma bumbu

potret slow cooker (commons.m.wikimedia.org/Veikk0.ma)

Memasak terlalu lama gak selalu membuat masakan lebih enak. Beberapa bumbu dan rempah justru kehilangan aroma jika dimasak terlalu lama. Daun aromatik dan rempah halus sangat sensitif terhadap panas berkepanjangan. Jika kamu memasukkannya sejak awal, aromanya bisa hilang sebelum masakan selesai. Akibatnya, masakan terasa matang tapi hambar.

Slow cooker memang identik dengan waktu panjang, tapi bukan berarti semua bahan dimasukkan bersamaan. Ada bumbu yang sebaiknya ditambahkan di akhir. Dengan begitu, aroma segar tetap terasa. Tanpa penyesuaian ini, hasil masakan terasa datar. Kamu mungkin gak menyadari bahwa waktu justru menjadi musuh aroma.

6. Jenis masakan kurang cocok untuk slow cooker

ilustrasi sup ayam (freepik.com/jcomp)

Gak semua masakan cocok dimasak dengan slow cooker. Masakan yang mengandalkan aroma tumisan atau teknik cepat biasanya kurang maksimal. Contohnya masakan berbasis rempah segar yang perlu panas tinggi. Jika kamu memaksakan jenis masakan ini ke slow cooker, aromanya memang terasa kurang. Ini bukan kesalahan alat, tapi soal kecocokan metode.

Slow cooker lebih cocok untuk sup, semur, atau masakan berkuah yang dimasak lama. Jenis masakan ini memang mengandalkan waktu, bukan panas tinggi. Jika kamu mengharapkan aroma tajam seperti masakan wajan, hasilnya pasti mengecewakan. Memilih menu yang tepat sangat menentukan kepuasan. Dengan menu yang sesuai, slow cooker justru unggul.

Masalah slow cooker sering bikin masakan kurang beraroma kerap membuatmu merasa hasilnya gak sebanding dengan waktu memasak yang lama. Apalagi jika kamu sudah berharap aroma memenuhi dapur sejak pagi. Namun, karakter slow cooker memang berbeda dari alat masak lainnya. Banyak faktor yang memengaruhi keluarnya aroma, bukan sekadar jumlah bumbu. Dengan memahami cara kerjanya, kamu bisa menyesuaikan teknik memasak.

Daripada menyalahkan slow cooker, ada baiknya kamu mengubah sedikit kebiasaan memasak. Menumis bumbu, mengatur cairan, dan memilih jenis masakan yang tepat bisa memberi hasil jauh lebih baik. Slow cooker tetap bisa menghasilkan masakan lezat jika digunakan sesuai karakteristiknya. Alat ini bukan soal cepat atau lambat, tapi soal strategi. Setelah tahu penyebabnya, apakah kamu masih menganggap slow cooker bikin masakan hambar, atau justru mulai tertarik bereksperimen ulang?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team