Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tak Hanya Jubany, SIA Juga Gandeng Enam Chef Kelas Dunia
Tujuh guest chef yang bekerjasama dengan Singapore Airlines. (dok. SIA)
  • Singapore Airlines menggandeng tujuh chef kelas dunia, termasuk Nandu Jubany, untuk menghadirkan pengalaman kuliner eksklusif bagi penumpang kelas satu dan bisnis di berbagai rute internasional.

  • Kolaborasi mencakup menu khas dari Heiko Nieder, Monica Galetti, Sanjeev Kapoor, Sid Sahrawat, Yoshihiro Murata, dan Zhu Jun yang menonjolkan cita rasa lokal serta teknik kuliner inovatif masing-masing negara.

  • Inisiatif ini memperlihatkan komitmen SIA dalam menggabungkan seni gastronomi global dengan layanan premium di udara.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

NANDU Jubany, chef asal Catalonia, Spanyol, bukan satu-satunya guest chef kelas dunia yang diajak bekerja sama oleh Singapore Airlines. Demi memanjakan lidah penumpang kelas satu dan bisnisnya, maskapai ini juga pernah berkolaborasi dengan sejumlah chef tamu andal lainnya dari penjuru dunia. Siapa saja mereka?

Setidaknya ada enam chef, di antaranya Heiko Nieder dari Swiss, Monica Galetti dari Inggris, Sanjeev Kapoor dari India, Sid Sahrawat dari Selandia Baru, Yoshihiro Murata dari Jepang, dan Zhu Jun dari China.

Apa saja keistimewaan para chef ini? Yuk kita bedah satu per satu.

1. Heiko Nieder, chef fine dining yang dikenal kreatif

Chef Heiko Nieder (www.singaporeair.com)

Dari penelusuran IDN Times di laman thebestchefawards.com, Nieder merupakan chef fine dining di The Dolder Grand Hotel, Zurich, Swiss. Nieder, lahir pada tahun 1972 di Jerman, adalah seorang chef ternama yang dikenal melalui pendekatan kreatif, presisi tinggi, dan inovatif dalam dunia fine dining. 

Ia memulai karier kulinernya di Fairmont Hotel Vier Jahreszeiten di Hamburg, lalu mengasah kemampuannya di sejumlah dapur ternama di Jerman, termasuk Restaurant Le Canard di Hamburg, Hotel Zur Traube di Grevenbroich, dan Restaurant Vau di Berlin.  Setelah itu, ia menghabiskan lima tahun memimpin L’Orquivit di Bonn, di mana gaya masakannya yang inovatif mulai mendapat pengakuan profesional dan menjadikannya sebagai talenta yang tengah bersinar.

Pada tahun 2008, Nieder bergabung dengan The Restaurant di The Dolder Grand, Zurich, sebagai Chef Fine Dining. Di bawah kepemimpinannya, restoran tersebut dengan cepat meraih pengakuan internasional dan berbagai penghargaan bergengsi, menjadikannya salah satu destinasi kuliner terbaik di Eropa. Karyanya terus mendapat pujian karena orisinalitas, keunggulan teknik, dan eksplorasi rasa yang ekspresif.

Menu yang dipilih Heiko Nieder untuk penumpang kelas satu dan bisnis Singapore Airlines. (YouTube: SIA)

Sejak tahun 2021, Chef Nieder menjabat sebagai Culinary Director di The Dolder Grand, bertanggung jawab atas keseluruhan visi gastronomi hotel tersebut. Pada tahun 2023, ia menerbitkan buku masak pertamanya berjudul Heiko Nieder – The Restaurant, yang semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu chef paling berpengaruh di generasinya.

Chef Nieder dipilih Singapore Airlines memberikan pengalaman kuliner menarik untuk penumpang kelas satu dan bisnis dari Zurich menuju Singapura. Dalam YouTube SIA yang ditayangkan 21 April 2025, Nieder menuturkan, yang membuat makanannya istimewa adalah sajian modern dan ringan dengan kombinasi rasa yang tidak biasa. 

“Itu artinya saya ingin membuat hidup sedikit lebih menarik bagi diri saya sendiri dan terutama bagi tamu saya, agar mereka memiliki sesuatu untuk ditemukan dan dinikmati sambil makan. Tentu saja, ada banyak tantangan dalam membuat menu untuk Singapore Airlines. Tetapi yang terpenting pada akhirnya adalah rasa, dan itu juga yang menarik minat tamu. Itulah tujuannya,” kata Nieder seraya menambahkan, ia ingin penumpang SIA bisa menemukan hiburan dalam bentuk makanan yang disajikan, bukan hanya sekadar terbang.

2. Monica Galetti, punya pengalaman 15 tahun di MasterChef

Chef Monica Galetti asal Inggris, guest chef Singapore Airlines. (dok.siangaporeair.com)

Dikutip dari laman monicagaletti.com, Monica Galetti merupakan salah satu chef perempuan paling dikenal dan dihormati di London. Lahir di Samoa, Monica mulai mengembangkan ketertarikannya pada dunia kuliner sejak usia dini, sebelum kemudian pindah ke Selandia Baru, tempat ia menjalani pelatihan sebagai chef.

Pada tahun 1999, Monica pindah ke Inggris untuk bekerja bersama Chef Michel Roux Jr di Le Gavroche, restoran berbintang dua Michelin, di mana ia mendapatkan pelatihan kuliner klasik dan mulai mengenal dunia fine dining. Bekerja bersama tim yang sangat dihormati, termasuk David Galetti yang kini menjadi suaminya dan saat itu menjabat sebagai sommelier di Le Gavroch, Monica mengasah keterampilan dan pengalamannya yang kemudian menjadi fondasi berdirinya restorannya, Mere.

Dengan pengalaman selama 15 tahun di MasterChef: The Professionals dan tak terhitung penggunaan Marmite dalam perjalanan kariernya, Monica terus menjalankan berbagai perannya sebagai chef, juri, mentor, sekaligus presenter televisi. Selain keterlibatannya di MasterChef, ia juga menjadi pembawa acara bersama dalam serial BBC Amazing Hotels: Life Beyond the Lobby, yang mengeksplorasi berbagai destinasi luar biasa di seluruh dunia.

Monica juga merupakan penulis tiga buku, yaitu Monica’s Kitchen, The Skills, dan Monica at Home yang dirilis pada September 2021. Saat ini, ia tengah mengerjakan buku keempatnya bersama HarperCollins Publishers yang dijadwalkan terbit pada tahun 2026.

Salah satu hidangan yang disajikan Chef Monica Galetti. (dok. singaporeair.com)

Singapore Airlines bekerjasama dengan Monica pada 2025. Pada Juni hingga Agustus 2025, penumpang yang terbang dari  London Heathrow, London Gatwick, dan Manchester menuju Singapura disajikan menu musim panas dari Monica yang meriah yang menonjolkan produk lokal segar. Hidangan Monica bisa dinikmati dalam penerbangan dari London Heathrow, London Gatwick, dan Manchester.

Musim panas tahun lalu Chef Monica telah menciptakan menu empat hidangan untuk Suite dan Kelas Satu, serta menu tiga hidangan untuk Kelas Bisnis. Beberapa hidangan unggulan dari menu lezatnya meliputi salad tomat segar dengan bresaola dan mint dengan emulsi bawang putih hitam dan garam bacon asap; dan daging babi Iberico yang dimasak perlahan, dilapisi madu dan biji adas, disajikan dengan daun bawang panggang, pure kentang, dan daun nasturtium. Untuk penutup yang manis, sorbet stroberi fraisier dan jeruk nipis menampilkan harmoni lezat dari krim kue, spons almond, dan taburan tipis sorbet jeruk nipis dan saus stroberi.

Di Kelas Bisnis, pelanggan dapat menikmati hidangan seperti leher domba panggang dengan basil dan pure zucchini, dipadukan dengan jagung manis dan salsa kacang polong yang segar, diikuti dengan tartlet pistachio raspberry yang tampak menakjubkan dan rasanya pun lezat.

“Membawa fine dining kepada pelanggan di ketinggian 35.000 kaki adalah perjalanan kuliner saya yang paling menarik hingga saat ini,” kata Chef Monica dikutip dari Singaporeair.com. Mulai dari salad tomat warisan yang diberi saus verjus, emulsi bawang putih hitam, garam bacon asap, dan rempah-rempah musim panas hingga daging domba lokal, pelanggan dapat mengharapkan pengalaman bersantap kelas dunia di dalam penerbangan Singapore Airlines.

3. Sajeev Kapoor, chef yang juga entrepreneur

Chef Sanjeev Kapoor (www.sanjeevkapoor.com)

Dikutip dari laman sanjeevkapoor.com, Chef Sanjeev Kapoor adalah penerima penghargaan Padma Shri dan sosok yang juga dikenal memiliki jiwa kemanusiaan yang kuat, merupakan salah satu ikon kuliner paling terkenal di dunia. Bagi banyak orang yang tumbuh di era 90-an, namanya pasti tidak asing karena acara memasaknya, Khana Khazana, menjadi salah satu program memasak terlama dan paling berpengaruh di Asia.

Dengan senyum khasnya saat memasak dan kalimat ikonik “Namak Swad Anusar” (garam secukupnya sesuai selera), Chef Kapoor dengan cepat menjadi chef favorit banyak orang dan dikenal hampir di setiap rumah. Berasal dari keluarga yang sama-sama menyukai kuliner, ia sendiri adalah seorang pecinta makanan yang sangat menikmati masakan India, terutama masakan rumahan yang dibuat dengan penuh cinta.

Chef Kapoor telah mencuri perhatian jutaan orang selama bertahun-tahun—mulai dari pria, perempuan, anak-anak, ibu rumah tangga, profesional, ibu, mertua, nenek, hingga orang yang benar-benar baru belajar memasak. Ia tetap mempertahankan daya tarik itu lewat pembawaannya yang santai, komentar-komentar yang ceria, serta cara menjelaskan yang sederhana, sehingga hidangan yang terlihat rumit pun terasa lebih mudah untuk dibuat.

Sebagai seorang entrepreneur, Chef Kapoor juga tidak hanya sukses di dunia kuliner, tetapi aktif mendukung para calon chef dan pecinta makanan melalui berbagai bisnis dan inisiatif yang ia bangun. Semangat wirausahanya terlihat dari beragam proyek yang ia jalankan, mulai dari restoran, layanan katering, produk makanan, hingga peralatan dapur.

Menu yang diperbarui Chef Sanjeev Kapoor. (www.singaporeair.com)

Chef Kapoor meracik ulang menu menu Shahi Thali dan Ruchi Thali yang diluncurkan pada penerbangan dari India menuju Singapura pada 1 Mei 2025. Pembaruan menu ini dikembangkan berdasarkan umpan balik pelanggan di Mumbai, New Delhi, dan Singapura. Tanggapan mereka menunjukkan bahwa pelanggan menginginkan lebih banyak variasi dan pilihan yang lebih sehat dalam makanan mereka.

Sebagai hasilnya, Chef Kapoor, bekerja sama erat dengan para ahli kuliner SIA, merombak menu Shahi Thali dan Ruchi Thali untuk menyertakan hidangan seimbang dengan protein, karbohidrat, dan sayuran. Kunyit dan jahe – yang dikenal karena khasiatnya untuk pencernaan dan penyembuhan – secara kreatif dipadukan ke dalam hidangan. Kedua menu menawarkan pilihan vegetarian dan non-vegetarian.

Dengan memanfaatkan keahlian Chef Kapoor dalam gastronomi India, hidangan Shahi Thali dan Ruchi Thali yang telah diperbarui dimasak menggunakan teknik kuliner tradisional seperti memanggang dalam tandoor (oven pot tanah liat silindris) dan memanaskan di atas wajan besi, menghadirkan cita rasa India autentik dalam penerbangan.

“Merancang menu dalam penerbangan membutuhkan perpaduan antara ilmu pengetahuan dan kreativitas, sambil tetap mempertahankan cita rasa autentik yang selaras dengan komitmen SIA untuk menyajikan makanan segar dan sehat,” kata Chef Kapoor, yang juga bertanggung jawab atas menu Shahi Thali dan Ruchi Thali asli yang dibuat pada tahun 2006 dan 2016.

4. Sid Sahrawat, chef asal India yang menghadirkan kuliner negeri Kiwi

Chef Sit Sahrawat (www.sitsahrawat.com)

Mengutip laman sidsahrawat.com, Chef Sid merupakan salah satu chef paling terkenal dan inovatif di Selandia Baru, karena komitmennya dalam terus mendorong batas kreativitas kuliner sambil menghadirkan pengalaman bersantap yang luar biasa. Lahir di India, Sid pindah ke Selandia Baru pada tahun 2000 dan sejak saat itu menjadi salah satu sosok penting yang membentuk industri kuliner dan hospitality di negara tersebut.

Dengan kecintaannya pada rasa yang berkelas, teknik modern, dan pelayanan yang sempurna, Sid berhasil mengubah lanskap kuliner Auckland melalui sejumlah restorannya yang memenangkan berbagai penghargaan.

Filosofi Sid berpusat pada kualitas, kreativitas, dan konsistensi, yang membuat restoran-restorannya menjadi beberapa destinasi kuliner paling dicari di Selandia Baru. Keahliannya telah membawanya meraih berbagai penghargaan, termasuk Cuisine Good Food Awards, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tokoh penting dalam industri kuliner Selandia Baru.

Menu Chef Sit Sahrawat yang disajikan di SIA. (www.singaporeair.com)

Pada Maret 2025, Singapore Airlines mengumumkan kolaborasi dengan Chef Sit. Bergabung dengan koki tamu, Chef Sit menyusun empat menu musiman yang menyoroti bahan-bahan terbaik Selandia Baru, berfokus pada menampilkan produk lokal dan mengambil inspirasi dari warisan India-nya.

Menu yang dihidangkan terinspirasi oleh cita rasa dan gaya yang ditemukan di restoran-restorannya yang terkenal, menghadirkan cita rasa kuliner Kiwi ke pengalaman bersantap dalam penerbangan, antara lain Salmon Raja Marlborough, Domba Canterbury, dan Pavlova Kiwi klasik dengan Nanas Panggang Garam. Saat itu kolaborasi kuliner ini merupakan yang pertama di Selandia Baru untuk Singapore Airlines.

5. Yoshihiro Murata, chef generasi ketiga pemilik restoran tradisional Jepang

Chef Yoshihiro Murata (www.thebestchefawards.com)

Sebagai pemilik generasi ketiga dari ryotei (restoran tradisional Jepang) yang telah berdiri lebih dari satu abad dan meraih tiga bintang Michelin, Kikunoi di Gion, Kyoto, Chef Yoshihiro Murata dikenal sebagai sosok yang penuh ambisi. Raja kaiseki yang terkenal ini juga membuka Roan Kikunoi di Kyoto—restoran bergaya kappo (konsep tempat duduk di depan chef) dengan dua bintang Michelin—serta Akasaka Kikunoi di Tokyo yang juga meraih dua bintang Michelin.

Menambah daftar pencapaiannya, pada tahun 2004 Murata mendirikan organisasi nirlaba Japan Culinary Academy, yang bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap kuliner Jepang di dunia internasional sekaligus melahirkan generasi baru chef Jepang di negaranya sendiri. Proyek terbarunya adalah Tokimeite di London, restoran Jepang inovatif yang mengusung konsep kaiseki tradisional dan dikembangkan bersama ZeN-Noh, koperasi pertanian Jepang.

Setelah menjadi bagian dari International Culinary Panel Singapore Airlines selama dua dekade, Murata turut berperan memperkenalkan dan meningkatkan apresiasi terhadap kuliner Jepang di berbagai belahan dunia melalui sajian Jepang dalam penerbangan SIA. Menariknya, baru pada tahun 2013 washoku—kuliner tradisional Jepang—masuk ke dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Murata, bersama sejumlah chef dan akademisi Jepang lainnya, menjadi bagian dari kampanye yang mewujudkan pengakuan tersebut.

Salah satu hidangan Chef Yoshihiro Murata (www.thebestchefawards.com)

Meski faktor musim dan kualitas bahan memiliki peran yang sama pentingnya dalam hidangan yang ia sajikan di restoran Kikunoi maupun menu di penerbangan, Murata mengatakan bahwa ia juga sangat memperhatikan kemampuan para chef yang memasak hidangannya.

“Saya membawa chef yang memasak menu saya untuk SIA ke Kikunoi agar mereka bisa menjalani pelatihan,” ujarnya. “SIA juga secara rutin mengevaluasi hidangan dan peralatan makan. Kami menyesuaikan menu dan meningkatkan penyajian mengikuti perubahan perilaku penumpang.

6. Zhu Jun, chef asal Tiongkok yang sudah bekerjasama sejak 2009

Chef Zhu Jun asal Tiongkok yang bekerjasama dengan SIA. (www.singaporeair.com)

Ketika Chef Zhu Jun diangkat menjadi anggota Panel Kuliner Internasional Singapore Airlines pada tahun 2009, ia mulai merancang menu sembilan hidangan yang diberi nama "Shi Quan Shi Mei", ungkapan dalam bahasa Mandarin yang berarti 'lengkap dan indah, sempurna'.

Terinspirasi oleh idealisme Konfusianisme bahwa "Seseorang hanya boleh mengonsumsi makanan sesuai musimnya", di antara hidangan yang ditampilkan adalah dada angsa rebus dan tahu, sup babi asin dan rebung tradisional Shanghai, serta nasi dengan daging babi asap dan sosis.

Chef Zhu menjelaskan bahwa ada dua tujuan dalam konsep "Shi Quan Shi Mei". Pertama, untuk mewujudkan standar pelayanan yang sangat baik sehingga penumpang dapat merasakan keramahan Singapore Airlines saat berada di dalam pesawat, dan kedua, untuk mengintegrasikan kekayaan budaya kuliner Tiongkok ke dalam konsep ini.

Chef Zhu menjelaskan bahwa ia ingin mengubah pola pikir bahwa hidangan Tiongkok biasanya disajikan dalam porsi besar untuk berbagi. “Tren masakan Tiongkok semakin halus dan bercita rasa tinggi,” katanya dikutip dari singaporeair.com. “Kami ingin para tamu dapat mencicipi cita rasa dari setiap daerah di Tiongkok.”

“Masakan di Jiangnan memiliki sentuhan rasa manis, sementara Guangzhou lebih berfokus pada hidangan laut dan teknik fire skill (kemampuan mengolah makanan dengan kontrol api yang presisi). Di wilayah utara, penggunaan daun bawang lebih dominan. Singapore Airlines ingin menampilkan semua cita rasa tersebut semaksimal mungkin,” ujarnya.

Baca juga bagaimana Chef Nandu Jubany berkolaborasi dengan Singapore Airlines.

Editorial Team