Gandeng Chef Michelin Star, SIA Bawa Aroma Catalan Menembus Langit

Singapore Airlines menggandeng chef berbintang Michelin asal Catalonia, Nandu Jubany, untuk menghadirkan menu khas Catalan di penerbangan rute Barcelona–Singapura mulai Mei 2026 hingga Maret 2027.
Kolaborasi ini menandai 20 tahun kehadiran SIA di Barcelona dan menjadi hasil penantian panjang sejak 2022 yang sempat tertunda akibat pandemi COVID-19.
Nandu bersama tim katering SIA mengembangkan lebih dari 40 hidangan sebelum memilih menu final.
Jakarta, IDN Times - Dunia penerbangan modern terus berkembang. Pengalaman terbang kini tidak lagi sekadar perjalanan untuk mencapai tujuan, tetapi sudah berevolusi menjadi pengalaman yang melibatkan semua indra, di mana rasa, aroma, dan cerita budaya ikut terbang bersama penumpang. Evolusi ini sangat disadari Singapore Airlines (SIA), maskapai penerbangan asal Singapura yang memutuskan bekerjasama dengan chef berbintang Michelin asal Catalonia, Spanyol, Nandu Jubany.
Nandu merupakan chef Catalonia pertama yang digandeng SIA. Kerjasama ini sekaligus merayakan 20 tahun kehadiran maskapai tersebut di Barcelona. Kedua pihak meneken perjanjian sejak Maret 2026 hingga satu tahun ke depan. Dan, 1 Mei 2026 lalu untuk pertama kalinya penumpang kelas bisnis SIA menikmati hidangan Catalonia di baki saji mereka dalam penerbangan dari Barcelona menuju Singapura.
Kenapa SIA memilih Nandu di antara chef Catalonia lainnya? Senior Marketing Officer SIA di Barcelona, Gal-la Guell, mengatakan, SIA melihat Nandu sosok yang mampu menggabungkan inovasi modern dengan akar tradisi Catalan yang kuat. SIA bahkan sudah menjajaki kerjasama ini sejak 2022 lalu. Namun wabah COVID-19 yang berimbas pada bisnis penerbangan menghentikan rencana kedua pihak. Saat wabah berlalu dan bisnis penerbangan kembali stabil, SIA kembali menghubungi Nandu untuk menanyakan lagi soal kolaborasi yang sempat tertunda dan disambut antusias. Sebab bagi Nandu ini bukan proyek biasa.

Selama empat tahun terakhir, ia terus mengembangkan masakannya, menyempurnakan teknik, memperdalam rasa, dan memberi sentuhan baru pada hidangan klasik. Karena itu, menurut Nandu yang ditemui di restorannya, kawasan Calldetenes, Catalonia, Spanyol, pada 28 April 2026 lalu, menu yang dihadirkan untuk penumpang kelas bisnis SIA bukan sekadar adaptasi, tetapi hasil evolusi.
“Memasak untuk maskapai bukan hanya mengadaptasi resep, tapi memikirkannya kembali bagaimana bisa menginspirasi seperti halnya di restoran,” kata Nandu yang merasa memiliki tantangan tersendiri menyajikan hidangan di ketinggian 30.000 kaki. Tidak seperti di restoran, memasak hidangan di pesawat harus melalui proses panjang: memasak, didinginkan, diangkut, kemudian dipanaskan kembali sebelum disajikan. Dan, bagian terpenting adalah proses itu tidak boleh mengubah rasa. Kualitas merupakan harga mati yang harus dijaga.
Jadi bahan-bahan makanan yang dipilih harus benar-benar dipikirkan, apakah mampu bertahan dalam semua proses tadi, sehingga kualitasnya tetap baik saat disimpan mengingat tekanan kabin secara tidak langsung bisa mengubah rasa.
“Jadi ada hal-hal yang berhasil sangat baik, ada yang tidak. Misalnya, monkfish yang akan disajikan di musim panas, itu cocok. Ayam untuk musim dingin juga cocok. Jadi harus hati-hati memilih bahan,” katanya. Nandu sendiri bersama tim katering SIA dan Gate Gourmet di Barcelona telah mengembangkan sedikitnya 40 hidangan sebelum akhirnya memilih yang paling ‘tahan uji’, baik dari segi rasa, tampilan maupun proses pemanasan di pesawat.
1. Dibuka dengan Zucchini Canelon gulung

Mulai 1 Mei, penumpang di rute langsung Barcelona - Singapura dapat menikmati menu pilihan yang berputar setiap triwulan hingga Maret 2027. Menu siklus musim panas pertama (Mei-Juni), Chef Nandu memilih pembuka yang ringan namun kompleks dalam rute langsung Barcelona-Singapura yang memakan waktu 13 jam 20 menit, yakni Zucchini Canelon gulung. Sajian ini tampak memikat dengan plating cantik dan segar.
Zucchini yang lembut membungkus isian kepiting yang kaya dan bermentega dengan balutan saus black garlic yang harum, sedikit sentuhan mayones sriracha, dan salsa tomat. Meskipun ada tambahan elemen sriracha, rasa pedas pada menu pembuka ini tidak terlalu kuat. Salsa tomat memberi sentuhan sedikit asam, namun menyegarkan. Sajian cerdas ini seolah menjadi jembatan antara warisan kuliner Eropa dan sentuhan Asia.
2. Hidangan utamanya Bacalla ala Catalan yang bahan dasarnya ikan cod

Hidangan utama yang disajikan Chef Nandu adalah Bacalla ala Catalan, menampilkan ikan kod asin yang lembut yang direbus dalam saus tomat yang kaya rasa, diperkaya dengan kismis, kacang pinus panggang, paprika merah panggang, dan telur rebus yang lembut.
Ukuran ikannya cukup besar, dilapisi tepung dan digoreng sehingga menyerap saus dengan sangat baik. Pada gigitan pertama saya merasakan ikan yang fresh tanpa bau aneh atau amis. Telurnya tampak sempurna, dengan kuning yang cerah tanpa lingkaran hijau atau abu-abu di sekelilingnya. Ini menunjukkan telur direbus dengan waktu yang tepat. Kacang pinus panggang yang renyah membuat sausnya terasa sempurna. Saya membutuhkan sedikit tambahan garam untuk menyeimbangkan rasa asamnya.
Namun hidangan ini berhasil menghadirkan kehangatan dapur tradisional Catalonia yang sarat nostalgia. Anda bisa saja menemukan hidangan Bacalla di berbagai restoran di Catalonia, tetapi setiap sentuhan tentu menghasilkan rasa yang berbeda.
3. Ditutup dengan cheesecake saus raspberry

Hidangan ditutup dengan cheesecake. Sekilas cheesecake ini tampak seperti cheesecake pada umumnya. Namun Chef Nandu menyajikan cheesecake bergaya basque dengan menawarkan tekstur yang ringan dan lembut, jauh dari kesan padat khas versi Amerika. Bagian atasnya tampak 'gosong'.
Dipadukan dengan raspberry yang segar, dessert ini menghadirkan keseimbangan rasa yang pas, antara manis, asam, dan sedikit pahit. Bagian terpenting, cheesecake ini tidak meninggalkan bekas di gigi.
Namun, seperti banyak pengalaman kuliner lainnya, ada ruang untuk refleksi. Porsi yang disajikan terasa cukup besar untuk konteks penerbangan. Namun saya mampu menghabiskan porsi jumbo ini dengan waktu cepat.


















