Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret jagung pipil
Potret jagung pipil (freepik.com/jcomp)

Jagung pipil merupakah salah satu bahan makanan yang bisa diolah menjadi beragam sajian lezat. Ada jasuke, sup, sayur bayam bening, tumisan, bakwan, tumisan, salad, hingga topping pizza. Karena praktis untuk masak, banyak orang yang membeli jagung dalam jumlah banyak, lalu menyerut bijinya sendiri sebagai stok. Tak jarang ada yang membeli dalam wujud sudah dipipil, biar lebih praktis lagi.

Jagung pipil ini harus disimpan dengan cara yang benar, agar tetap segar dan tidak cepat kering, berubah rasa, atau berjamur. Simak beberapa cara menyimpan jagung pipil, supaya awet dan tetap berkualitas di bawah ini, yuk!

1. Simpan jagung pipil dalam keadaan bersih dan kering

Potret jagung pipil (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Sebelum disimpan, kamu harus memastikan jagung pipil dalam keadaan bersih. Hilangkan sisa kulit, rambut, dan kotoran lain yang barangkali masih menempel. Jika kotorannya membandel, kamu bisa mencucinya dengan air mengalir.

Setelah dicuci, tiriskan dan keringkan jagung pipil dengan tisu pengesat atau tisu dapur. Pastikan kondisinya tidak lembap dan tidak ada air yang menempel. Jagung pipil yang disimpan dalam kondisi lembap akan cepat berlendir dan berjamur, serta kualitasnya menurun.

2. Gunakan metode blanching

Potret biji jagung yang sudah di-blancing (pexels.com/Cats Coming)

Selain dicuci dan dikeringkan, kamu juga bisa melakukan metode blanching terlebih dahulu pada jagung pipilnya. Rebus jagung pipil selama 2–3 menit dengan air mendidih, kemudian angkat dan segera rendam dalam air es untuk menghentikan proses memasak.

Selanjutnya, tiriskan jagung pipil dengan tisu pengesat hingga kering dan tidak ada sisa air yang menempel. Metode blancing ini akan bantu mempertahankan warna, rasa, dan nutrisi jagung, sehingga tetap nikmat saat dimasak nantinya.

3. Masukkan jagung pipil ke dalam wadah kedap udara

Potret wadah kedap udara (freepik.com/KamranAydinov)

Jagung pipil yang sudah bersih dan kering bisa langsung dimasukkan ke dalam wadah yang bisa ditutup rapat atau kedap udara. Misalnya stoples, kotak plastik, atau ziplock bag yang sudah food grade, dan wadah lainnya. Wadah seperti ini akan membantu menghambat masuknya udara dan kelembapan yang bisa mempercepat proses pembusukan maupun penurunan kualitasnya.

Selain itu, wadah kedap udara juga akan mencegah jagung menyerap bau dari bahan makanan lain, jika disimpan di kulkas. Kamu juga harus memastikan wadah yang digunakan bersih dan kering sebelum diisi, agar jagungnya tetap higienis selama penyimpanan.

4. Simpan jagung pipil di kulkas atau freezer

Potret orang menyimpan makanan dalam kulkas (pexels.com/Lucie Liz)

Jika jagung pipil akan digunakan atau diolah dalam beberapa hari ke depan, sebaiknya disimpan di rak bagian tengah kulkas. Jagung bisa tetap segar selama 3–5 hari. Hindari meletakkan jagung pipil di pintu kulkas, karena sering dibuka dan ditutup, sehingga suhunya cenderung tidak stabil.

Apabila kamu ingin menyimpan jagung pipil sebagai stok dalam jangka panjang, sebaiknya simpan dan bekukan di dalam freezer. Jagung pipil beku bisa bertahan 3–6 bulan tanpa kehilangan rasa dan teksturnya.

5. Simpan dalam porsi sekali pakai

Potret jagung pipil (pixabay.com/Bruce Emmerling)

Jika stok jagung pipilmu sangat banyak, kamu bisa membaginya menjadi beberapa porsi kecil (sekali masak) sebelum disimpan, terutama jika jagung tersebut akan dibekukan. Cara ini akan memudahkanmu saat akan mengolahnya. Kamu tidak perlu perlu mencairkan seluruh stok sekaligus.

Kalau terpaksa menyimpannya dalam satu tempat dan kamu harus mencairkan semuanya, maka sisanya segera dibekukan lagi. Jagung yang dibekukan ulang akan turun kualitasnya, terutama dalam hal tekstur dan rasa.

Demikian tips menyimpan jagung pipil, agar awet dan kualitasnya tetap bagus, bahkan hingga berbulan-bulan. Selamat mempraktikkan tips-tips di atas, ya!

Editorial Team