TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Resep Bulukat Kuah Tuhe Khas Aceh, Cocok untuk Takjil Buka Puasa

Perpaduan cita rasa gurih dan manis

bulukat kuah tuhe (instagram.com/ratnaradara)

Gak terasa, sebentar lagi memasuki bulan Ramadan. Seperti biasanya, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Salah satu yang bikin puasa makin bersemangat adalah menu dan takjil yang beragam.

Takjil menjadi makanan pembuka saat berbuka puasa. Biasanya berupa hidangan manis, baik berupa kudapan maupun minuman. Salah satu takjil yang bisa kamu buat sendiri di rumah, yakni bulukat kuah tuhe.

Hidangan satu ini mirip kolak, tapi warnanya putih pucat dan lebih encer. Ada sensasi legit, gurih, segar, dan manis dari perpaduan nangka, santan, pisang, serta ketan.

Kamu bisa mempraktikkan resep bulukat kuah tuhe khas Aceh yang cocok dijadikan menu takjil berbuka puasa. Hangat di perut!

Bahan Bulukat Kuah Tuhe

bahan untuk membuat bulukat kuah tuhe (instagram.com/syaffasegaff)

Bahan bulukat:

  1. 500 gram beras ketan, cuci
  2. 600 ml santan
  3. 2 lembar daun pandan
  4. 1/2 sdt garam
  5. 5 sdm gula pasir
  6. daun pisang untuk membungkus, lebar sekitar 8-10 cm
  7. air untuk mengukus

Bahan kuah tuhe:

  1. 800 ml santan
  2. 1/2 sdt garam
  3. 5 sdm gula pasir
  4. 1 lembar daun pandan
  5. 50 gram nangka, potong-potong
  6. 1 buah pisang, potong-potong

Cara Membuat

ilustrasi memasak (https://unsplash.com/@jsnbrsc)

Cara membuat bulukat:

  1. Campurkan semua bahan untuk membuat bulukat, kecuali air untuk mengukus dan daun pisang.
  2. Masak sambil sesekali diaduk. Setelah santan menyusut, aduk terus hingga santan terserap sempurna. Matikan api dan sisihkan.
  3. Panaskan panci kukus. Sambil menunggu, bungkus ketan menggunakan daun pisang. Lipat seperti bentuk keruncut, masukkan 1 sdm beras ketan.
  4. Kemudian, bungkus dengan menyelipkan daun pisang yang tersisa atau menggunakan lidi. Lakukan hingga beras ketan habis.
  5. Masukkan ke dalam panci kukus, kukus selama 30 menit atau hingga matang. Angkat dan sisihkan.

Cara membuat kuah tuhe:

  1. Masukkan semua bahan, kecuali nangka dan pisang. Aduk hingga tercampur merata.
  2. Rebus hingga panas dan mulai mendidih.
  3. Masukkan nangka dan pisang, lalu aduk kembali.
  4. Setelah santan mendidih, matikan api sambil terus diaduk hingga uap panasnya hilang.

Cara penyajian bulukat kuah tuhe:

  1. Ambil beberapa bungkus bulukat.
  2. Buka bungkusnya, lalu letakkan di atas piring atau mangkuk.
  3. Siram dengan kuah tuhe di atasnya.
  4. Bulukat kuah tuhe siap disajikan.

Baca Juga: 7 Tempat Ngabuburit di Madiun, Bisa Hunting Foto dan Berburu Takjil

Kuliner Tradisional Aceh yang Diwariskan secara Turun-temurun

bulukat kuah tuhe (instagram.com/putrikartikalistya)

Bulukat kuah tuhe adalah salah satu kuliner khas Aceh yang telah diwariskan secara turun-temurun. Masyarakat setempat juga menyebutnya bupayeh dan pulut yang mengacu pada ketan. Ada pula yang hampir mirip bulukat, yakni kue dara be'o, kudapan berbahan ketan dengan isian pisang dan dibungkus daun pisang.

Sedangkan kuah tuhe yang dimasak terpisah berupa kolak dengan isian nangka dan pisang. Kerap kali menggunakan pisang klat barat, sejenis pisang raja yang banyak ditemui di Aceh. Namun, kamu bisa menggantinya dengan pisang lain, seperti pisang kepok yang banyak ditemui di Jawa.

Jadi Takjil Favorit dan Disajikan saat Perayaan Hari Penting

bulukat kuah tuhe (instagram.com/jessicachatab)

Bulukat kuah tuhe menjadi salah satu takjil favorit masyarakat Aceh saat Ramadan. Selain itu, juga kerap disajikaan saat perayaan hari penting, seperti Maulid Nabi Muhammad atau acara kenduri lainnya. Namun, kamu juga dapat menemukannya pada hari-hari biasa.

Selain itu, terdapat tradisi menyantap bulukat kuah tuhe saat panen padi. Biasanya, para petani akan menyantapnya secara beramai-ramai setelah proses injak padi. Sayangnya, tradisi tersebut mulai hilang karena proses pengolahan padi menjadi beras telah digantikan dengan mesin.

Baca Juga: 5 Trivia Kolak, Makanan Khas Bulan Ramadan yang Jadi Media Dakwah 

Verified Writer

Fatma Roisatin Nadhiroh

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya