Masakan tumisan sering terlihat sederhana, tapi hasil akhirnya sangat bergantung pada teknik. Banyak orang merasa tumisan kurang mantap karena bumbu hanya menempel di permukaan atau bahan malah terlalu lembek. Padahal, tumisan yang baik seharusnya punya rasa yang meresap sekaligus tekstur yang tetap hidup saat dikunyah.
Kesalahan kecil seperti urutan memasak atau suhu wajan sering jadi penyebab utama gagalnya tumisan. Detail-detail inilah yang membedakan tumisan rumahan biasa dengan tumisan yang terasa seperti masakan dapur profesional. Dengan memahami caranya, tumisan bisa terasa lebih kaya rasa tanpa kehilangan karakter bahan. Yuk, bahas satu per satu cara memasak tumisan yang lebih presisi dan memuaskan!
