Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Pilihan Pengganti Gula Masakan Thai yang Lebih Sehat dan Tetap Enak
Pad thai (unsplash.com/Markus Winkler)
  • Artikel membahas tantangan menjaga rasa otentik masakan Thailand tanpa gula berlebih dan menawarkan solusi lewat pemanis alami yang lebih sehat.
  • Lima alternatif pengganti gula dijelaskan, yaitu stevia, monk fruit, gula aren atau kelapa, madu atau sirup maple, serta pemanis rendah kalori seperti sukralosa dan eritritol.
  • Masing-masing pemanis memiliki keunggulan berbeda dalam rasa, stabilitas panas, serta dampak terhadap kadar gula darah sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan diet pembaca.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa, sih, yang bisa menolak kelezatan masakan Thailand? Perpaduan rasa pedas, asam, gurih, dan manis yang seimbang bikin lidah gak mau berhenti bergoyang. Namun, rahasia di balik kelezatan Tom Yum, Pad Thai, hingga Thai Tea sering kali terletak pada penggunaan gula yang cukup royal. Bagi kamu yang sedang diet atau menjaga kadar gula darah, hal ini tentu jadi tantangan tersendiri.

Kabar baiknya, kamu gak perlu mengorbankan rasa demi kesehatan. Kamu tetap bisa menciptakan cita rasa otentik "Negeri Gajah Putih" dengan memilih alternatif pemanis yang tepat. Berikut adalah 5 rekomendasi pengganti gula masakan Thai yang bisa kamu coba di dapur rumah!

1. Stevia

Ilustrasi stevia (unsplash.com/rama purnama)

Kalau kamu pecinta Thai Tea atau tumisan sayur ala Thai yang segar, Stevia adalah penyelamatmu. Pemanis alami yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana ini punya tingkat kemanisan yang jauh lebih tinggi daripada gula pasir, namun memiliki nol kalori.

Stevia sangat stabil dalam suhu panas, sehingga gak akan rusak saat kamu gunakan untuk menumis atau merebus. Karena rasanya yang sangat kuat, kamu cukup menggunakan sedikit saja untuk mendapatkan rasa manis yang diinginkan. Ini adalah pilihan terbaik kalau kamu ingin tetap menikmati minuman manis tanpa takut berat badan naik.

2. Pemanis buah biksu (monk fruit)

Buah monk (commons.wikimedia.org/KasugaHuang)

Banyak orang merasa enggan beralih dari gula pasir karena adanya aftertaste pahit pada beberapa pemanis buatan. Nah, kalau kamu termasuk yang sensitif soal rasa, Pemanis Buah Biksu atau Monk Fruit adalah jawabannya. Pengganti gula masakan Thai satu ini dikenal memiliki profil rasa yang paling mirip dengan gula pasir asli.

Buah Biksu mengandung antioksidan yang disebut mogrosides, yang memberikan rasa manis alami tanpa memengaruhi kadar gula darah. Kamu bisa menggunakannya untuk berbagai bumbu siram atau dipping sauce masakan Thai. Rasanya tetap lezat dan gak bakal bikin masakanmu terasa "aneh".

3. Gula aren atau gula kelapa

Ilustrasi gula aren (pixabay.com/SCAPIN)

Masakan Thai tradisional sebenarnya jarang menggunakan gula putih, melainkan palm sugar. Jika kamu kesulitan mencari palm sugar murni, kamu bisa menggunakan Gula Aren atau Gula Kelapa sebagai alternatif yang lebih sehat.

Meskipun masih mengandung kalori, gula jenis ini memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan gula pasir, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis. Aroma karamelnya yang khas sangat cocok untuk masakan seperti Som Tum (salad pepaya) atau kari. Masakanmu gak hanya terasa manis, tapi juga punya kedalaman aroma yang menggugah selera.

4. Madu atau sirup maple

Ilustrasi madu (unsplash.com/Arwin Neil Baichoo)

Ingin membuat saus Pad Thai yang legit dan mengkilap? Kamu bisa mempertimbangkan Madu atau Sirup Maple. Kedua bahan ini memberikan rasa manis yang sangat kaya dan tekstur yang lebih kental dibandingkan gula cair biasa.

Namun, kamu perlu ingat bahwa madu dan sirup maple tetap memiliki kalori yang cukup tinggi. Jadi, pastikan kamu menggunakannya secukupnya saja, ya. Madu sangat pas dipadukan dengan perasan jeruk nipis dan kecap ikan untuk menciptakan keseimbangan rasa sweet and sour yang khas dalam kuliner Thailand.

5. Pemanis buatan rendah kalori (sukralosa atau eritritol)

Ilustrasi gula (unsplash.com/Faran Raufi)

Bagi kamu yang mengutamakan kepraktisan, pemanis buatan seperti Sukralosa atau pemanis berbasis Eritritol yang banyak dijual di supermarket bisa jadi pilihan. Kelebihannya adalah mudah larut dan biasanya sudah dikemas dalam takaran sachet yang pas.

Eritritol sendiri termasuk dalam golongan gula alkohol yang gak diserap tubuh, sehingga aman bagi pelaku diet ketogenik. Kamu bisa mencampurkannya ke dalam kuah Tom Yum atau bumbu marinasi daging. Meski praktis, pastikan kamu membaca label kemasan untuk memastikan pemanis tersebut aman digunakan dalam proses memasak dengan suhu tinggi.

Memasak makanan sehat bukan berarti kamu harus kehilangan kenikmatan rasa. Dengan memilih pengganti gula masakan Thai yang tepat, kamu tetap bisa mengeksplorasi rasa eksotis tanpa rasa bersalah.

Apakah kamu tertarik mencoba salah satu pemanis di atas untuk menu makan malam nanti? Kalau kamu butuh resep spesifik masakan Thai dengan pemanis alami, jangan ragu untuk bertanya, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian