ilustrasi sekelompok pendaki yang berjalan beriringan (pexels.com/Guduru Ajay bhargav)
Hemat air dan gas: kamu tidak perlu membuang air rebusan (yang seringkali sulit dilakukan di gunung tanpa merusak ekosistem atau mengotori area camp).
Energi maksimal: campuran telur, mie dan sosis memberikan kombinasi karbohidrat dan protein yang cepat diserap tubuh untuk tenaga mendaki.
Hangat lebih lama: tekstur nyemek di sini fungsinya untuk menahan uap panas lebih baik daripada mie goreng yang benar-benar kering yang akan cepat mengeras tertiup angin gunung.
Comfort food: proses masak yang tidak ribet membuat pendaki tidak malas untuk makan, memastikan tubuh tetap mendapat asupan energi meskipun kondisi badan sudah sangat lelah.
Memasak di gunung bukan hanya soal mengisi perut, melainkan tentang cara kita menghargai setiap sumber daya yang ada untuk menciptakan momen kenyamanan. Dengan kreasi mie goreng nyemek sosis ini, kamu sudah bisa mengisi ulang energi untuk melanjutkan rute pendakian berikutnya.
Walaupun bahan-bahan yang dipakai tidak banyak, namun rasa creamy dan gurihnya auto bikin kamu ketagihan, deh. Selamat mencoba resep ini di pendakianmu berikutnya, dan rasakan sendiri bagaimana masakan sederhana ini bisa terasa jauh lebih nikmat saat disantap sambil menikmati pemandangan alam.