Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Tips Membeli Minyak Zaitun yang Kualitasnya Baik
ilustrasi minyak zaitun (pexels.com/Diana ✨)
  • Minyak zaitun punya berbagai jenis seperti Extra Virgin, Virgin, dan rafinasi; EVOO jadi pilihan terbaik karena tanpa bahan kimia dan nutrisinya paling tinggi.
  • Label dan kemasan penting diperhatikan; pilih yang berlabel Extra Virgin serta dikemas dalam botol kaca gelap atau kaleng agar kualitasnya tetap terjaga.
  • Cek tanggal kadaluwarsa, waktu panen, aroma segar, dan hindari bau tengik untuk memastikan minyak zaitun masih berkualitas baik saat digunakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Minyak zaitun merupakan salah satu minyak yang dianggap sehat karena sering digunakan untuk berbagai jenis masakan, entah tumisan atau dressing salad. Namun, dengan banyaknya merek dan jenis yang tersedia di pasaran, ternyata memilih minyak zaitun yang berkualitas justru mendatangkan tantangan tersendiri yang tidak mudah.

Nyatanya tidak semua minyak zaitun memiliki kualitas yang sama, bahkan beberapa diantaranya telah melewati proses penyulingan yang justru berpotensi mengurangi manfaat dan nutrisi yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, penting sekali untuk memahami beberapa cara berikut ini dalam memilih minyak zaitun yang terbaik untuk digunakan memasak agar hasilnya tetap lezat dan sehat.

1. Pilih jenis minyak zaitun yang tepat

ilustrasi minyak zaitun (pexels.com/Pixabay)

Minyak zaitun ternyata tersedia dalam beberapa jenis yang berbeda, seperti Ekstrak Virgin, Virgin, hingga Refine atau rafinasi. Extra Virgin Olive Oil (EVOO) merupakan pilihan yang terbaik karena memang diproses tanpa penambahan bahan kimia, sehingga memiliki cita rasa dan nutrisi yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan jenis minyak zaitun lainnya.

Jika kamu ingin mendapatkan cita rasa yang lebih ringan dan titik asap yang juga lebih tinggi pada saat menggoreng atau menumis, maka Virgin Olive Oil bisa digunakan sebagai alternatifnya. Sementara itu, untuk minyak zaitun rafinasi biasanya tidak terlalu direkomendasikan, sebab kandungan nutrisinya sudah banyak berkurang akibat proses penyulingan yang dilakukan.

2. Perhatikan label dan kemasan

ilustrasi minyak zaitun (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Minyak zaitun berkualitas pada umumnya memiliki label yang cukup jelas dengan berbagai informasi, seperti asal minyak, tanggal produksi, hingga sertifikasi produk. Pastikan bahwa minyak yang kamu beli memiliki label Ekstra Virgin apabila ingin mendapatkan yang kualitasnya terbaik, serta hindari produk yang hanya mencantumkan olive oil tanpa memiliki keterangan lebih lanjut.

Kemasan ternyata memiliki peran penting untuk memastikan kualitas dari minyak zaitun. Tidak heran apabila kamu disarankan untuk memilih minyak zaitun yang dikemas dalam botol kaca gelap atau kaleng, sebab paparan cahaya justru bisa berpotensi merusak kualitas dari minyak, serta mengurangi kandungan antioksidan yang ada di dalamnya.

3. Periksa tanggal kadaluwarsa dan waktu panen

ilustrasi minyak zaitun (pexels.com/Dids .)

Minyak zaitun disarankan untuk dikonsumsi dalam waktu 12 hingga 18 bulan setelah diproduksi, sehingga kualitas di dalamnya tetap terjaga dengan baik. Kamu tidak disarankan untuk membeli minyak zaitun yang telah mendekati tanggal kadaluwarsa, sebab hal tersebut akan memengaruhi cita rasanya atau bahkan berubah menjadi lebih tengik.

Ada beberapa produsen yang mencantumkan informasi mengenai waktu panen zaitun, sehingga bisa menjadi indikator kesegaran dari produk tersebut. Semakin baru waktu panen dari buah zaitun, maka semakin baik pula kualitas minyak yang diperoleh untuk keperluan memasak sehari-hari.

4. Cek aroma dan warna pada minyak zaitun

ilustrasi minyak zaitun (pexels.com/Mareefe)

Minyak zaitun yang memiliki kualitas baik pada umumnya akan selalu memiliki aroma yang segar menyerupai buah zaitun, rumput, atau dengan sedikit tambahan aroma pedas. Jika minyak yang kamu beli justru memiliki bau tengik atau terlalu hambar, maka bisa jadi hal tersebut menandakan bahwa minyak yang dibeli telah teroksidasi atau kualitasnya sudah mulai menurun.

Warna pada minyak zaitun sebetulnya dapat bervariasi, dari mulai hijau keemasan hingga kuning pucat, tergantung pada jenis zaitun dan juga proses ekstraksi yang dilakukan. Namun, warna sebetulnya tidak menjadi satu-satunya indikator kualitas, sehingga lebih baik kamu bisa berfokus pada aroma dan juga cita rasa dari minyak zaitun tersebut.

Memilih minyak zaitun yang berkualitas ternyata merupakan hal penting untuk bisa memeroleh manfaat kesehatan dan cita rasa terbaik dalam masakan. Oleh sebab itu, pahamilah deretan tips di atas agar kamu bisa mendapatkan minyak zaitun yang terbaik untuk digunakan memasak. Pastikan agar selalu selektif dalam memilih minyak zaitun agar mendapatkan hasil masakan yang maksimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian