Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wajik gula merah
Wajik gula merah (instagram.com/julie.w_kitchen)

Intinya sih...

  • Kualitas bahan segar dan berkualitas kunci utama agar kue basah tahan lama secara alami.

  • Kebersihan alat-alat yang digunakan penting untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri pada kue.

  • Pengaturan suhu dan waktu yang tepat saat memasak kue dapat mempengaruhi keawetan kue basah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kue basah merupakan salah satu sajian yang selalu menjadi favorit bagi banyak orang karena teksturnya yang lembut, rasanya yang manis gurih, serta aroma khasnya yang menggugah selera. Namun, berbeda dengan kue kering, kue basah cenderung tidak tahan lama karena kandungan air dan santannya yang tinggi. Akibatnya, kue mudah basi atau berubah rasa dalam waktu singkat, apalagi bila disimpan pada suhu ruang.

Meski begitu, kalian tetap bisa membuat kue basah yang tahan lebih lama tanpa menggunakan bahan pengawet kimia, asalkan tahu cara dan langkah yang tepat. Berikut ini ada 5 tips penting yang bisa kalian terapkan agar kue basah buatan kalian tetap lembut, enak, dan awet lebih lama secara alami.

1. Gunakan bahan-bahan yang segar dan berkualitas

Ilustrasi bahan-bahan membuat kue (Pixabay.com/NickyPe)

Kunci utama agar kue basah dapat tahan lama terletak pada kualitas bahan yang digunakan. Pilih bahan-bahan yang benar-benar segar, terutama santan, telur, dan tepung. Gunakan santan yang baru diperas dari kelapa segar, bukan santan sisa atau kemasan santan instan yang sudah lama dibuka. Bila memungkinkan, rebus santan terlebih dahulu hingga mendidih lalu biarkan dingin sebelum dicampurkan ke adonan. Langkah ini akan membantu membunuh bakteri alami pada santan yang sering menjadi penyebab utama kue cepat basi.

Selain itu, tepung yang lembap atau menggumpal juga dapat memicu jamur pada kue. Jadi, pastikan tepung yang digunakan kering, disimpan di tempat kedap udara, dan tidak berbau apek. Dengan menggunakan bahan-bahan yang segar dan berkualitas, kue basah buatan kalian akan lebih tahan lama secara alami tanpa perlu bahan pengawet tambahan.

2. Perhatikan kebersihan alat-alat yang digunakan

Ilustrasi peralatan makan (pexels.com/Pixabay)

Kebersihan adalah faktor penting yang sering diabaikan dalam pembuatan kue basah. Setiap alat yang digunakan, mulai dari wadah, spatula, loyang, hingga cetakan, harus benar-benar bersih dan kering, karena kandungan air yang tersisa pada wadah atau alat masak bisa mempercepat pertumbuhan jamur dan bakteri pada kue. Gunakan kain bersih atau tisu dapur untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan, bila perlu sterilkan peralatan dengan cara menyiramnya dengan air panas dan biarkan hingga benar-benar kering.

Selama proses pengadukan dan pencampuran bahan, usahakan tangan dalam keadaan bersih dan hindari mencicipi adonan langsung dengan jari agar tidak ada bakteri yang masuk. Kebersihan yang terjaga bisa memperpanjang umur simpan kue secara signifikan.

3. Masak dengan suhu dan waktu yang tepat

Ilustrasi mengukus makanan (pixabay.com/zhangliams)

Kue yang dimatangkan baik dengan cara dikukus maupun dipanggang, keduanya membutuhkan pengaturan suhu yang pas. Untuk kue yang dikukus, pstikan untuk memanaskan kukusan terlebih dahulu hingga airnya mendidih baru masukkan adonan. Gunakan api sedang supaya kue matang merata dan tidak lembap di tengah. Letakkan kain bersih di bawah tutup kukusan agar air uap tidak menetes ke permukaan kue.

Sedangkan untuk kue yang dipanggang, pastikan oven sudah dipanaskan 10–15 menit sebelumnya. Kue yang benar-benar matang cenderung lebih tahan lama dibandingkan yang masih setengah matang.

4. Dinginkan kue dengan benar sebelum disimpan

Ilustrasi kue yang sudah dibungkus (pexels.com/Claudia Gonzales)

Banyak orang yang langsung menutup atau membungkus kue basah setelah matang, padahal ini justru akan membuat kue menjadi cepat basi. Kue yang masih panas atau hangat masih mengandung uap air dan jika langsung ditutup rapat, uap tersebut akan mengendap menjadi air yang dapat menyebabkan kue lembap dan berjamur.

Biarkan kue dingin secara alami pada suhu ruang selama beberapa waktu hingga benar-benar kering permukaannya. Setelah dingin, barulah kue bisa dibungkus atau dimasukkan ke dalam wadah kedap udara. Jika ingin disimpan lebih lama, kalian bisa membungkus kue satu per satu menggunakan plastik makanan atau daun pisang yang sudah dijemur sebelumnya.

5. Simpan kue di tempat yang tepat

Ilustrasi menyimpan makanan di kulkas (pexels.com/Lucie Liz)

Tips terakhir agar kue basah buatanmu dapat tahan lebih lama adalah cara penyimpanan yang tepat. Hindari menyimpan kue basah di tempat yang lembap atau terlalu panas karena suhu seperti itu bisa mempercepat proses fermentasi alami dari bahan-bahan yang ada pada kue basah. Untuk penyimpanan 1–2 hari, kalian bisa letakkan kue di dalam wadah yang tertutup rapat dan simpan di tempat yang sejuk serta kering.

Namun jika kalian ingin menyimpannya lebih lama atau sekitar 3–5 hari, sebaiknya kue disimpan di dalam lemari pendingin dan pastikan wadah yang digunakan sudah tertutup dengan rapat agar aroma makanan lain tidak memengaruhi rasa kue. Saat akan disajikan kembali, kukus sebentar supaya tekstur kue bisa kembali lembut dan harum seperti baru matang.

Membuat kue basah yang tahan lama tanpa bahan pengawet sebenarnya tidaklah sulit. Kuncinya adalah menjaga kualitas bahan, kebersihan, dan cara pengolahan yang tepat. Dengan mengikuti 5 tips di atas, kalian bisa menikmati kue basah yang lezat, lembut, dan tetap segar meski sudah disimpan beberapa hari. Selamat mencoba tips-tipsnya dan semoga berhasil, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian