ilustrasi memasak cumi (freepik.com/senivpetro)
Ketika cumi terlalu banyak diaduk, serat pada daging cumi akan menjadi lebih padat dan kencang. Hal ini akan membuat cumi kehilangan tekstur kenyalnya dan menjadi alot saat dikunyah. Oleh karena itu, penting untuk memberikan cumi waktu yang cukup untuk matang tanpa terlalu banyak campur tangan.
Sebagai gantinya, biarkan cumi matang secara perlahan dengan sedikit intervensi dari kita. Aduk cumi hanya sekali atau dua kali selama proses memasak agar bumbu dan panas merata. Setelah itu, biarkan cumi matang dengan sendirinya. Dengan cara ini, cumi akan tetap lezat dan memiliki tekstur yang pas.
Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu dapat mengolah cumi dengan sempurna dan gak alot saat memasaknya. Jadi, gak perlu takut lagi untuk memasak cumi dengan mencoba berbagai resep yang lezat dan memikat selera.
Kenapa cumi sering jadi alot saat dimasak? | Karena cumi dimasak terlalu lama atau terlalu sering diaduk, sehingga serat dagingnya mengencang dan teksturnya jadi keras/kenyal berlebihan. |
Berapa lama ideal merendam cumi dengan jeruk nipis? | Sekitar 15–20 menit setelah cumi dicuci dan dibersihkan, pastikan seluruh bagian cumi benar-benar terendam. |
Berapa lama marinasi cumi supaya bumbu meresap dan tidak alot? | Minimal 15–30 menit dengan campuran bumbu seperti lemon/jeruk, kecap, bawang putih, garam, dan merica sesuai selera. |
Kenapa cumi sebaiknya dipotong kecil sebelum dimasak? | Potongan kecil dan seragam membantu cumi matang lebih cepat dan merata, mencegah bagian luar overcooked sementara bagian dalam belum matang yang bisa membuatnya alot. |