ilustrasi menyiapkan makanan sehat (pexels.com/Yaroslav Shuraev)
Kini, kita sudah memahami seperti apa dampak konsumsi junk food terlalu sering dan dalam waktu yang lama. Untuk terhindar dari berbagai risikonya, ada pola makan sehat yang bisa kita ikuti.
Sebuah studi yang terbit di jurnal Nature Immunology pada tahun 2021 juga menunjukkan adanya korelasi antara makanan yang dikonsumsi dengan kondisi sistem imun penduduk perkotaan dan pedesaan di Tanzania. Penduduk kota umumnya memiliki lebih banyak protein proinflamasi di dalam darahnya daripada penduduk desa. Dilansir ScienceDaily, hal tersebut diduga kuat berkontribusi pada naiknya kasus penyakit kardiovaskuler di daerah perkotaan Tanzania.
Studi tersebut juga melaporkan bahwa makanan tinggi lemak jenuh dan makanan olahan yang banyak dikonsumsi oleh penduduk kota berkaitan erat dengan tingginya kandungan metabolit kolesterol di dalam darah. Sementara itu, makanan yang kaya serat, biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan yang umum dikonsumsi penduduk desa berasosiasi dengan tingginya kandungan flavonoid dan zat antiinflamasi di dalam darah.
Karena berimplikasi bagi kesehatan di masa yang akan datang, kebiasaan memilah-milah makanan yang baik bagi tubuh sangatlah penting. Jangan sampai kita terlalu asyik memanjakan lidah hingga mengabaikan sel-sel tubuh kita yang diam-diam menderita.
Alih-alih, perbanyaklah konsumsi makanan yang disebutkan di atas seperti makanan kaya serat, biji-bijian, sayuran, dan buah. Mereka adalah bekal untuk memperkuat sel imun sekaligus menyehatkan tubuh.