Abu vulkanik tersusun dari partikel halus batuan vulkanik yang terfragmentasi. Ini terbentuk akibat fenomena ledakan vulkanik, longsoran batuan panas yang mengalir di sisi gunung berapi, atau dari semburan lava cair. Abu vulkanik sering kali memiliki temperatur yang panas tetapi menjadi dingin jika jatuh pada jarak yang lebih jauh.
Saat terjadi letusan, abu di udara akan menghalangi sinar matahari, mengurangi jarak pandang, dan terkadang menyebabkan kegelapan total selama cahaya siang hari. Abu vulkanik juga sering kali menutupi jalan, bangunan, dan pepohonan, yang nantinya sulit untuk dibersihkan.
Bukan hanya berimbas pada lingkungan, abu vulkanik akibat letusan gunung juga ternyata dapat menyebabkan masalah kesehatan, sehingga semua masyarakat yang terdampak perlu berhati-hati. Berikut ini sejumlah masalah kesehatan yang mungkin ditimbulkan akibat letusan gunung.
