Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Aktivitas Fisik yang Perlu Dihindari oleh Pasien Epilepsi
ilustrasi berenang (pexels.com/Kampus Production)

  • Aktivitas mendaki dapat memicu kejang dan risiko jatuh, tetapi mungkin bisa dilakukan jika sudah lama tidak mengalami kejang.

  • Menyelam meningkatkan risiko kejang, beberapa negara memiliki regulasi khusus untuk pasien epilepsi yang ingin menyelam.

  • Olahraga kontak berpotensi meningkatkan risiko cedera serius, tapi bisa diminimalkan dengan perlengkapan pelindung yang direkomendasikan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Epilepsi adalah kondisi neurologis yang ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik abnormal di otak. Hidup dengan epilepsi bukan berarti seseorang tidak bisa menjalani aktivitas seperti orang lain. Namun, ada beberapa kegiatan yang perlu lebih dipertimbangkan demi keselamatan diri sendiri dan orang di sekitar.

Karena kejang epilepsi bisa datang tanpa peringatan, penting bagi pasien epilepsi untuk mengenali aktivitas yang berisiko dan memahami batasan yang sebaiknya dijaga. Dengan begitu, pengidap epilepsi bisa tetap aman dan nyaman dalam beraktivitas sehari-hari. Mari bahas apa saja aktivitas yang sebaiknya dihindari oleh orang dengan epilepsi.

1. Aktivitas mendaki

Secara umum, orang yang kondisinya tidak terkontrol dengan baik harus menghindari kegiatan mendaki. Mendaki di ketinggian dapat memicu kejang. Ada juga risiko jatuh jika mengalami kejang saat melakukan aktivitas mendaki, yang dapat menyebabkan cedera atau kematian.

Namun, jika sudah lama tidak mengalami kejang, kamu mungkin dapat berpartisipasi dalam beberapa aktivitas mendaki. Atau, kamu mungkin dapat berpartisipasi dalam aktivitas seperti panjat tebing dalam ruangan yang dilengkapi tali pengaman dan ditemani seseorang.

Bicarakan dengan dokter yang merawat untuk menentukan apakah epilepsi yang kamu miliki akan membuatmu berisiko untuk melakukan aktivitas mendaki.

2. Menyelam

Beberapa situasi dapat meningkatkan kemungkinan kamu mengalami kejang, dan menyelam adalah salah satunya. Perubahan tekanan saat menyelam lebih dalam dan peningkatan tekanan oksigen saat kamu bernapas di bawah air dapat membuatmu lebih mungkin mengalami kejang. Kamu juga bisa tenggelam jika kehilangan kesadaran.

Beberapa negara bahkan memiliki regulasi yang tidak mengizinkan pasien epilepsi untuk menyelam. Negara lain, seperti Inggris Raya, akan mengizinkan orang dengan epilepsi menyelam asalkan tidak mengalami kejang dalam 5 tahun terakhir. Namun, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan ahli neurologi.

3. Olahraga kontak

ilustrasi pria bermain bola basket (pexels.com/RDNE Stock project)

Olahraga kontak, seperti sepak bola, futsal, dan basket berpotensi risiko cedera bagi semua peserta. Bagi individu dengan epilepsi, risiko ini dapat meningkat karena potensi kejang selama aktivitas fisik.

Jenis dan frekuensi kejang dapat bervariasi dari orang ke orang, tetapi kejang yang tidak terduga selama olahraga kontak dapat meningkatkan risiko cedera serius, seperti trauma kepala atau patah tulang.

Penting bagi individu dengan epilepsi untuk mengenakan perlengkapan pelindung yang direkomendasikan, seperti helm dan bantalan, untuk meminimalkan risiko cedera selama olahraga kontak. Dengan memahami potensi risiko dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan, individu dengan epilepsi masih dapat menikmati manfaat fisik dan sosial dari berpartisipasi dalam olahraga kontak, sambil meminimalkan potensi cedera yang terkait dengan kondisi mereka.

4. Aktivitas udara

Orang dengan epilepsi umumnya tidak dianjurkan untuk berpartisipasi dalam olahraga ekstrem yang dapat menyebabkan cedera atau kematian jika terjadi kejang selama aktivitas tersebut. Ini termasuk terjun payung, gantole, dan paralayang. Mungkin ada beberapa pengecualian, jadi bicarakan dengan dokter yang merawat.

5. Mengoperasikan mesin

Kejang saat mengemudi atau mengoperasikan mesin dapat menyebabkan kecelakaan dan cedera serius yang memperburuk kondisi. Tindakan pencegahan, meliputi mengikuti pedoman manajemen kejang, minum obat yang diresepkan sesuai petunjuk, dan menghindari aktivitas yang dapat meningkatkan risiko kejang, terutama jika kejang tidak terkontrol.

Untuk meminimalkan risiko, individu dengan kejang yang tidak terkontrol harus menahan diri dari mengemudi dan mengoperasikan mesin berat sampai kejang mereka terkontrol.

6. Memasak tanpa pengawasan

ilustrasi memasak di dapur (pexels.com/RDNE Stock project)

Memasak di atas api/oven terbuka tanpa pengawasan menimbulkan bahaya luka bakar. Kejang dapat menyebabkan seseorang jatuh ke permukaan yang panas. Jangan pernah meninggalkan masakan tanpa pengawasan, jangan memasak sendiri, dan gunakan microwave sebagai alternatif yang lebih aman.

7. Bersepeda sendirian di jalan raya

Mengendarai sepeda sendirian di jalan raya dapat berbahaya karena kejang dapat menyebabkan oleng ke lalu lintas. Bahkan, bersepeda santai tanpa pengawas pun berisiko bertabrakan dengan kendaraan atau rintangan.

Jika ingin bersepeda, sebaiknya gunakan sepeda statis di dalam ruangan yang lebih aman. Atau, bersepeda berkelompok di jalur yang aman dengan helm.

Dengan memahami aktivitas yang sebaiknya dihindari, pasien epilepsi tetap bisa menjalani hidup secara aktif dan produktif, asal dilakukan dengan penuh kesadaran dan perencanaan yang matang.

Referensi

Healthline. Diakses pada Februari 2026. "Safe Active Living with Epilepsy: What to Avoid and When to Take Extra Precautions."

Medical News Today. Diakses pada Februari 2026. "Things You Can’t Do With Epilepsy: Certain Precautions to Take."

Neurology Center for Epilepsy and Seizures. Diakses pada Februari 2026. "Activities to Avoid With Epilepsy and How to Stay Safe."

Editorial Team