ilustrasi alergi (vecteezy.com/ Karin chantanaprayura)
Tubuh manusia memiliki tingkat sensitivitas imun yang tidak sama. Ada orang yang hanya bereaksi terhadap satu spesies udang tertentu. Ada juga yang langsung alergi pada hampir semua makanan laut. Kondisi ini berkaitan dengan reaktivitas silang atau cross-reactivity dalam sistem imun. Antibodi seseorang kadang hanya mengenali satu jenis protein spesifik. Antibodi milik orang lain bisa mengenali banyak protein yang bentuknya mirip.
Riwayat paparan makanan laut juga ikut memengaruhi pola alergi seseorang. Faktor genetik dan kondisi sistem imun punya peran besar dalam menentukan tingkat sensitivitas tubuh. Seseorang yang sering makan udang windu sejak kecil bisa saja memiliki toleransi lebih baik terhadap jenis tersebut. Tubuh akhirnya tidak menganggap protein pada udang windu sebagai ancaman serius. Kondisi berbeda bisa terjadi saat pertama kali terpapar udang rawa dengan struktur protein yang lebih asing bagi sistem imun. Inilah alasan mengapa pola alergi tiap orang sering kali sangat unik.
Reaksi alergi terhadap udang ternyata tidak sesederhana soal cocok atau tidak cocok makanan laut. Mulai perbedaan spesies hingga cara memasak dapat memengaruhi respons sistem imun manusia. Kondisi ini membuat alergi makanan laut menjadi salah satu reaksi yang cukup rumit dan sangat personal.
Referensi:
"Shellfish allergy." Mayo Clinic. Diakses pada Mei 2026
"Not all shellfish "allergy" is allergy!" CTA. Diakses pada Mei 2026
"Allergies: Shellfish." Cleveland Clinic. Diakses pada Mei 2026
"What you need to know about shellfish allergy diagnosis, treatment." UC Davis. Diakses pada Mei 2026