Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Meita Ucche, SpPD
Mpox atau cacar monyet, yang kini disebut monkeypox, disebabkan oleh infeksi virus monkeypox (MPXV). MPXV termasuk dalam genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae dan merupakan penyebab beberapa jenis cacar lainnya.
Mpox ditemukan pertama kali pada tahun 1958 di antara koloni monyet yang dipelihara di laboratorium. Setelah dilakukan uji darah beberapa hewan di Afrika, ditemukan bukti bahwa infeksi mpox banyak terjadi di antara hewan pengerat Afrika.
Kasus mpox pada manusia dilaporkan pertama kali pada tahun 1970, dan setelah itu kasusnya pada manusia cukup banyak dilaporkan, utamanya pada orang yang tinggal di lokasi terpencil di Afrika.
Meskipun mpox lebih umum terjadi di Afrika, tetapi penyakit ini juga telah dilaporkan di beberapa negara lain di luar Afrika. Namun, angka kasusnya sangat sedikit.
Pada Rabu (14/8/2024), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan wabah mpox di Afrika sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC) menyusul peningkatan kasus mpox di Republik Demokratik Kongo dan sejumlah negara di Afrika.
Data dari Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), update mingguan mpox di Indonesia minggu epidemiologi ke-34 dan ke-35 2024 (18–31 Agustus), tercatat 88 kasus terkonfirmasi dan tidak ada kematian.
Kasus terbanyak ada di Jakarta (59), lalu diikuti Jawa Barat (13), Banten (9), Jawa Timur (3), DI Yogyakarta (3), dan Kep. Riau (1).
Bekali diri dengan informasi penting seputar mpox untuk meningkatkan kewaspadaan dan melindungi diri serta orang-orang terdekat.