Segera buat janji temu dengan dokter jika mengalami:
Kelelahan berkepanjangan.
Nyeri sendi berulang.
Ruam yang muncul terus-menerus.
Rambut rontok berlebihan.
Demam tanpa sebab jelas.
Kesemutan atau mati rasa berulang.
Keguguran berulang.
Tes untuk mendeteksi autoimun biasanya dimulai dari ANA, lalu dilanjutkan pemeriksaan antibodi spesifik dan tes peradangan sesuai gejala. Diagnosis tidak hanya bergantung pada hasil laboratorium, tetapi juga keluhan pasien, pemeriksaan fisik, serta riwayat kesehatan. Karena itu, interpretasi hasil tes sebaiknya dilakukan oleh dokter spesialis.
Referensi
Christine Castro and Mark Gourley, “Diagnostic Testing and Interpretation of Tests for Autoimmunity,” Journal of Allergy and Clinical Immunology 125, no. 2 (January 13, 2010): S238–47, https://doi.org/10.1016/j.jaci.2009.09.041.
Arthur Kavanaugh et al., “Guidelines for Clinical Use of the Antinuclear Antibody Test and Tests for Specific Autoantibodies to Nuclear Antigens,” Archives of Pathology & Laboratory Medicine 124, no. 1 (January 1, 2000): 71–81, https://doi.org/10.5858/2000-124-0071-gfcuot.
Ni Luh Putu Harta Wedari, Ni Nyoman Sri Budayanti, I Dewa Made Sukrama, and I Putu Bayu Mayura, “Implementation of Antinuclear Antibodies in Autoimmune Diagnostic Tests: A Literature Review From Immunological Aspects,” Journal of Clinical Microbiology and Infectious Diseases, December 8, 2022. https://doi.org/10.51559/jcmid.v2i2.33