Berikut ini tips mencegah mabuk perjalanan selama perjalanan jauh:
Mabuk perjalanan bisa lebih parah atau mudah kambuh ketika duduk menghadap ke belakang atau samping. Jadi, cobalah ubah posisi duduk.
Cari posisi duduk paling nyaman di dalam kendaraan. Contohnya seperti duduk di bagian sayap dan jendela dalam pesawat, hindari menghadap belakang saat berada dalam kapal, kereta api, atau bus dan duduk menghadap ke depan saat berkendara dengan mobil. Ini mungkin bisa membantu mengurangi gejala mabuk perjalanan yang kamu rasakan.
Mengisi perut sebelum melakukan perjalanan memang sangat perlu, tetapi jangan terlalu banyak karena guncangan dari kendaraan bisa menyebabkan mual dan pusing.
Aromaterapi atau minyak angin juga bisa membantu mengurangi rasa mual dan tidak nyaman karena mabuk perjalanan. Aroma tersebut bisa didapat dari minyak esensial tertentu, seperti minyak kayu putih, lavender, lemon atau rempah-rempah, termasuk adas dan kapulaga.
Kamu bisa membawa snack seperti keripik, makanan manis, buah-buahan ataupun permen mint untuk mencegah dan mengurangi perasaan mual.
Perjalanan jauh membutuhkan tubuh yang fit. Jadi, sebelum berangkat pastikan hari sebelumnya sudah beristirahat cukup. Kalau kamu kurang istirahat, itu berpotensi menyebabkan pusing dan rasa mual saat perjalanan.
Membaca buku atau bermain HP ketika dalam perjalanan dapat memicu rasa pusing atau mual karena bisa menyebabkan ketidakselarasan antara telinga dan mata. Ketika mata terfokus pada satu titik, tubuh berusaha menyeimbangkan posisi karena adanya guncangan saat perjalanan.
Tak jarang orang merasa bosan dan penat saat perjalanan jauh, apalagi jika melewati jalanan yang berliku dan macet. Untuk mengatasinya, carilah udara segar. Bisa dengan membuka jendela atau berhenti di rest area dan berjalan sebentar.
Konsumsi obat anti mabuk satu hingga dua jam sebelum perjalanan. Ini bisa dilakukan sebelum atau setelah gejala muncul. Pilihannya antara lain domperidone, metoclopramide, atau ondansetron. Namun, sebagian obat memiliki efek samping yang menyebabkan kantuk. Jadi, hindari mengonsumsinya saat harus mengemudi.
Referensi
"Tips Mengatasi Mabuk Perjalanan". Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Diakses Maret 2026.
"Motion sickness". MedLink Neurology. Diakses Maret 2026.
Talsma, Tessa M. W., and Ksander N. De Winkel. “The Gut Feeling in Motion Sickness.” Communications Biology 8, no. 1 (October 24, 2025): 1497.
"Motion sickness: causes, prevention and management". Pharmaceutical Journal. Diakses Maret 2026.
"Mabuk Perjalanan dan Kiat Mengatasinya". Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Diakses Maret 2026.