ilustrasi penyakit pada organ seksual (pixabay.com/derneuemann)
Merokok dapat menyebabkan disfungsi ereksi karena pengaruh kandungan kimia di dalamnya. Dilansir dari jurnal Sexual Medicine Review tahun 2023, asap rokok mengandung lebih dari 7000 senyawa kimia, di mana lebih dari 250 jenisnya merupakan senyawa yang berbahaya, dan sedikitnya 69 bersifat karsinogenik. Beberapa senyawa berbahaya dalam asap rokok termasuk nikotin, karbon monoksida (CO) dan gas oksidan.
Nikotin adalah senyawa penting yang dapat menyebabkan kecanduan dan terkait dalam disfungsi ereksi. Namun perlu dicatat, bahwa merokok bukanlah penyebab langsung dari disfungsi ereksi. Akan tetapi, ini merupakan faktor risiko potensial yang dapat meningkatkan disfungsi ereksi. Bahkan dalam jurnal Andrologia tahun 2016, dilaporkan merokok dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi hingga tiga kali lipat, terutama bagi perokok di bawah usia 40 tahun.
Dijelaskan dalam laman Verywell Health, nikotin adalah senyawa vasokonstriktor kuat. Ini berarti nikotin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk penis. Dengan begitu, ini bisa memicu disfungsi ereksi terlebih bagi perokok dalam waktu yang telah lama.
Selain itu, senyawa-senyawa lain dalam asap rokok juga dapat menyebabkan penurunan senyawa oksida nitrat. Oksida nitrat adalah senyawa yang bertanggung jawab dalam fungsi pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) di dalam tubuh. Ketika oksida nitrat menurun, ini memungkinkan penis tidak terisi banyak darah saat ereksi sehingga menyebabkan disfungsi.
Tidak hanya itu, disfungsi ereksi juga dapat terjadi akibat penyakit atau kondisi kesehatan yang disebabkan oleh kebiasaan merokok itu sendiri. Merokok dapat memengaruhi hampir seluruh sistem biologis, terutama sistem kardiovaskular dan sistem vaskular (aliran darah). Ini berkontribusi menyebabkan penyakit jantung, stroke, aterosklerosis, atau pun diabetes, yang merupakan faktor risiko umum dari disfungsi ereksi.