Segera cari bantuan medis jika setelah kontak dengan area terkontaminasi tikus muncul gejala-gejala seperti di bawah ini, terutama jika sebelumnya habis membersihkan area penuh kotoran tikus tanpa perlindungan:
Demam.
Nyeri otot.
Sakit kepala.
Mual.
Muntah.
Batuk.
Sesak napas.
Menyapu kotoran tikus secara sembarangan dapat meningkatkan risiko paparan penyakit. Saat disapu atau di-vacuum dalam kondisi kering, partikel kecil dari kotoran dan urine tikus bisa beterbangan ke udara dan terhirup.
Karena tikus dapat membawa berbagai patogen, cara membersihkan yang aman sangat penting. Area terkontaminasi sebaiknya dibasahi terlebih dahulu dengan disinfektan sebelum dibersihkan, bukan langsung disapu kering.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). "Cleaning Up After Rodents." Diakses Mei 2026
CDC. "Hantavirus Prevention." Diakses Mei 2026
Bastiaan G Meerburg, Grant R Singleton, and Aize Kijlstra, “Rodent-borne Diseases and Their Risks for Public Health,” Critical Reviews in Microbiology 35, no. 3 (June 23, 2009): 221–70, https://doi.org/10.1080/10408410902989837.
Chelsea G. Himsworth et al., “Rats, Cities, People, and Pathogens: A Systematic Review and Narrative Synthesis of Literature Regarding the Ecology of Rat-Associated Zoonoses in Urban Centers,” Vector-Borne and Zoonotic Diseases 13, no. 6 (April 16, 2013): 349–59, https://doi.org/10.1089/vbz.2012.1195.
World Health Organization. "Zoonoses." Diakses Mei 2026.