ilustrasi otak (unsplash.com/Robina Weermeijer)
Mengutip situs Massachusetts General Hospital, functional neurological disorder (FND) adalah masalah yang sebagian besar berdampak pada fungsi otak.
FND dianggap sebagai suatu kondisi yang merupakan titik persimpangan antara neurologi dan psikiatri, atau neuropsikiatri.
Jalur normal yang digunakan otak untuk bergerak, merasakan, berbicara, berjalan, atau berpikir, terganggu. Ini memicu gejala seperti kelumpuhan (tidak bisa menggerakkan bagian tubuh), episode yang menyerupai kejang, gerakan ekstra seperti gemetar atau tersentak, masalah ingatan, dan lain-lain.
Di bawah ini adalah daftar beberapa gejala umum. Tidak semua orang mengalami gejala ini. Ada juga yang hanya memiliki satu atau dua gejala, atau bahkan tidak sama sekali.
Tanda dan gejala yang memengaruhi pergerakan dan fungsi tubuh meliputi:
- Kelemahan atau kelumpuhan.
- Gerakan tidak normal, seperti gemetar atau kesulitan berjalan.
- Kehilangan keseimbangan.
- Kesulitan menelan atau merasakan ada benjolan di tenggorokan.
- Kejang atau episode gemetar dan kehilangan kesadaran (kejang non epilepsi).
- Episode tidak responsif.
Tanda dan gejala yang memengaruhi indra bisa termasuk:
- Mati rasa atau hilangnya sensasi sentuhan.
- Masalah bicara, seperti ketidakmampuan berbicara atau bicara cadel.
- Masalah penglihatan, seperti penglihatan ganda atau kebutaan.
- Masalah pendengaran atau tuli.
- Kesulitan kognitif yang melibatkan memori dan konsentrasi.
Penyebab FND masih dicari tahu. Ini merupakan kelainan yang memiliki faktor risiko biologis, psikologis, dan sosial serta kejadian yang memicunya. "Persamaan" untuk relevansi faktor biologis, psikologis, dan sosial berbeda-beda pada setiap pasien.