ilustrasi membersihkan ruangan dengan vacuum cleaner (pexels.com/Anete Lusina)
Beberapa orang refleks mengambil vacuum cleaner ketika melihat debu, kotoran tikus, atau sarang tikus. Padahal, ini tidak disarankan karena vacuum cleaner dapat:
Mengaduk partikel kering.
Menyemburkan kembali aerosol halus.
Meningkatkan jumlah partikel di udara.
Dalam konteks hantavirus, masalah utamanya adalah partikel mikroskopis yang bisa terhirup selama proses pembersihan.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa aktivitas pembersihan di area tertutup dengan infestasi hewan pengerat merupakan faktor risiko penting pada kasus hantavirus.
Apakah ini berlaku untuk semua vacuum cleaner?
Jawabannya, tidak sesederhana itu.
Vacuum cleaner dengan sistem filtrasi tertentu seperti HEPA filter memang dirancang menangkap partikel kecil lebih efektif dibanding vacuum biasa. Namun, para ahli tetap tidak merekomendasikan melakukan vacuum langsung pada kotoran tikus yang berpotensi terkontaminasi.
Masalahnya bukan hanya filtrasi akhir, tetapi proses awal ketika partikel terganggu dan beterbangan. Karena itu, pendekatan yang disarankan adalah:
Ventilasikan ruangan terlebih dahulu.
Gunakan sarung tangan dan masker.
Semprot area dengan disinfektan.
Diamkan selama beberapa menit.
Bersihkan dengan metode basah.
Artinya, fokus utamanya adalah mencegah aerosol terbentuk.