ilustrasi risiko glycolic acid (freepik.com/freepik)
Kandungan asam glikolat sejatinya aman bagi tubuh. Bahkan, ibu hamil dan menyusui boleh memakainya sesuai dosis yang dianjurkan. Kamu harus hati-hati dengan penggabungan produk perawatan wajah.
Berharap wajah bersih dan bebas jerawat. Namun, produk perawatan yang kurang tepat justru membuat kulitmu iritasi. Berikut beberapa risiko penggunaan glycolic acid:
kulit terkelupas parah atau luka: kadar glycolic acid paling besar yaitu 10 persen. Apabila ingin menggunakan dosis tinggi, kamu memerlukan konsultasi dermatitis karena rentan muncul masalah yang serius;
iritasi kulit: beberapa tanda iritasi yaitu kulit berwarna merah, gatal, bengkak, atau sensasi terbakar;
perubahan warna kulit atau hiperpigmentasi: glycolic acid bisa memperbaiki hiperpigmentasi. Di sisi lain, pemakaian dosis tinggi memicu luka dan hiperpigmentasi pada kulit;
kulit rusak akibat sinar UV: kulitmu lebih sensitif setelah proses eksfoliasi. Sebaiknya gunakan sunscreen untuk perlindungan ekstra.
Jadi, glycolic acid dan ceramide memang aman digunakan berbarengan. Kamu harus sabar dengan kinerja skincare yang dipakai. Jangan lupa pakai sunscreen setelah serangkaian perawatan kulit.
Referensi
"Benefits of Glycolic Acid for The Skin". Medical News Today. Diakses pada Desember 2025.
"Glycolic Acid - Uses, Side Effects, and More". WebMD. Diakses pada Desember 2025.
"Ingredient Deep Dive: Ceramides". The Dose by Skin + Me. Diakses pada Desember 2025.
"How to Use Glycolic Acid in Your Skincare Routine". Very Well Health. Diakses pada Desember 2025.
"Which Active Ingredients can Glycolic Acid be Combined with?" Typology Paris. Diakses pada Desember 2025.