Anggur mengandung resveratrol, senyawa antioksidan yang membantu melawan peradangan. Efek ini penting dalam mengurangi kerusakan jaringan akibat kristal asam urat di sendi.
Namun, karena mengandung gula alami cukup tinggi, konsumsi buah ini tetap perlu dibatasi.
Buah bisa menjadi bagian dari strategi manajemen asam urat karena mengandung nutrisi yang mendukung proses alami tubuh dalam mengontrol kadar asam urat. Beberapa buah bahkan memiliki efek spesifik yang didukung oleh penelitian, seperti ceri dan buah tinggi vitamin C.
Meski begitu, penting untuk tetap mengonsumsi buah secara seimbang. Tidak semua buah boleh dikonsumsi berlebihan, terutama yang tinggi gula alami. Dengan pendekatan yang tepat, buah bisa membantu menjaga asam urat tetap stabil dan mencegah gout kambuh.
Referensi
Yuqing Zhang et al., “Cherry Consumption and Decreased Risk of Recurrent Gout Attacks,” Arthritis & Rheumatism 64, no. 12 (September 30, 2012): 4004–11, https://doi.org/10.1002/art.34677.
Mayo Clinic. “Gout Diet: What’s Allowed, What’s Not.” Diakses Maret 2026.
Hyon K. Choi, Xiang Gao, and Gary Curhan, “Vitamin C Intake and the Risk of Gout in Men,” Archives of Internal Medicine 169, no. 5 (March 9, 2009): 502, https://doi.org/10.1001/archinternmed.2008.606.