Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Usia Berapa Harus mulai Cek Kolesterol? Ini Panduan Lengkapnya
ilustrasi cek kolesterol (freepik.com/wirestock)
  • Pemeriksaan kolesterol sebaiknya dimulai sejak anak usia 9–11 tahun untuk mendeteksi risiko dini, terutama bila ada riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
  • Remaja akhir hingga dewasa muda disarankan melakukan cek kolesterol minimal sekali guna mengetahui kondisi dasar tubuh dan membangun kebiasaan hidup sehat.
  • Mulai usia 20 tahun ke atas, pemeriksaan dilakukan rutin tiap 4–6 tahun, lalu meningkat menjadi setiap 1–2 tahun setelah usia 40 untuk mencegah penyakit serius.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengontrol kadar kolesterol agar tetap stabil merupakan upaya penting untuk mencegah berbagai penyakit serius yang kerap muncul tanpa tanda awal. Namun, masih banyak orang yang belum mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mulai melakukan pemeriksaan kolesterol. Padahal, deteksi sejak dini dapat membantu mengenali potensi risiko kesehatan sebelum kondisinya semakin memburuk.

Setiap usia memiliki kebutuhan dan frekuensi pemeriksaan yang berbeda, sehingga penting untuk memahaminya dengan baik. Dengan mengetahui panduan cek kolesterol berdasarkan usia, kamu bisa lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan yang tepat. Yuk, simak penjelasan lengkapnya agar kamu tahu kapan harus mulai cek kolesterol dan menjaga kesehatan sejak sekarang!

1. Usia anak dan remaja

ilustrasi anak perempuan yang sedang makan kue (pexels.com/cottonbro studio)

Banyak orang mengira cek kolesterol hanya diperlukan saat dewasa, padahal pemeriksaan bisa dimulai sejak usia anak dan remaja. Pada rentang usia 9–11 tahun, anak disarankan melakukan skrining kolesterol pertama, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi kemungkinan kelainan kolesterol sejak dini, seperti kolesterol tinggi yang bersifat genetik.

Meskipun tampak sehat, anak tetap berisiko memiliki kadar kolesterol yang tidak normal tanpa tanda yang mudah dikenali. Melalui pemeriksaan sejak usia dini, orang tua dapat lebih cepat mengambil langkah pencegahan lewat pengaturan pola makan dan kebiasaan hidup yang sehat. Karena itu, penting untuk mulai memperhatikan kesehatan kolesterol anak sejak awal sebagai bentuk investasi kesehatan di masa depan.

2. Usia remaja akhir hingga dewasa muda

ilustrasi remaja (freepik.com/cookie_studio)

Memasuki usia remaja akhir hingga dewasa muda, gaya hidup mulai berubah dan sering kali kurang terkontrol. Konsumsi makanan cepat saji, kurangnya aktivitas fisik, hingga pola tidur yang tidak teratur bisa memengaruhi kadar kolesterol. Pada usia ini, cek kolesterol sebaiknya dilakukan setidaknya sekali untuk mengetahui kondisi dasar tubuh.

Pengecekan ini juga berperan dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia muda. Jika hasilnya masih dalam batas normal, kamu bisa mulai membangun kebiasaan sehat untuk menjaga kadar kolesterol tetap terkendali. Upaya sederhana ini dapat memberikan dampak besar dalam menekan risiko penyakit di kemudian hari.

3. Usia dewasa

ilustrasi wanita tersenyum (pexels.com/George Dolgikh)

Mulai usia 20 tahun, pemeriksaan kolesterol sebaiknya dilakukan secara rutin setiap 4–6 tahun. Hal ini penting karena risiko peningkatan kolesterol mulai meningkat seiring bertambahnya usia. Gaya hidup seperti konsumsi makanan tinggi lemak, kurang olahraga, dan stres juga bisa mempercepat kenaikan kolesterol.

Dengan melakukan pemeriksaan secara berkala, kamu dapat memantau perubahan kadar kolesterol dari waktu ke waktu. Jika ditemukan adanya ketidakseimbangan, langkah penanganan bisa segera dilakukan sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius. Konsistensi dalam melakukan cek kesehatan menjadi kunci penting untuk menjaga tubuh tetap prima dan bugar.

4. Usia 40 tahun ke atas

ilustrasi laki-laki yang memasuki usia 40 tahun (freepik.com/pch.vector)

Memasuki usia 40 tahun, risiko penyakit jantung dan gangguan metabolisme cenderung meningkat. Oleh karena itu, frekuensi cek kolesterol biasanya disarankan lebih sering, yaitu setiap 1–2 tahun sekali. Pada usia ini, tubuh mulai mengalami perubahan yang memengaruhi metabolisme lemak.

Sering kali tanpa disadari, kadar kolesterol dapat meningkat meskipun pola makan tidak mengalami banyak perubahan. Melakukan pemeriksaan secara rutin dapat membantu mengenali perubahan tersebut lebih dini dan tepat. Dengan demikian, upaya pencegahan seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, atau menjalani pengobatan bisa segera dilakukan.

5. Usia lanjut

ilustrasi kakek dan nenek (freepik.com/Lifestylememory)

Pada usia lanjut, menjaga kadar kolesterol tetap terkendali menjadi hal yang semakin krusial demi mempertahankan kualitas hidup. Para lansia dianjurkan untuk rutin melakukan pemeriksaan kolesterol sesuai saran dokter, terutama jika memiliki riwayat penyakit tertentu. Selain itu, risiko terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke juga cenderung meningkat pada fase usia ini.

Pemeriksaan berkala membantu memastikan kondisi tubuh tetap terpantau dengan baik. Selain itu, hasil cek kolesterol bisa menjadi acuan dalam mengatur pola makan dan aktivitas harian. Dengan pemantauan yang tepat, lansia tetap bisa menjalani hidup yang sehat dan aktif.

Memahami kapan waktu yang tepat untuk cek kolesterol berdasarkan usia adalah langkah sederhana yang bisa berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang. Dengan pemeriksaan rutin, kamu bisa mendeteksi risiko lebih awal dan mengambil tindakan pencegahan sebelum terlambat. Jadi, jangan tunggu gejala muncul; mulai jadwalkan cek kolesterolmu sekarang dan jaga tubuh tetap sehat hingga nanti.

Referensi:

“Recommendations for Children and Adolescents.” Journal of Clinical Lipidology. Diakses Maret 2026.

“2018 ACC/AHA Cholesterol Guideline.” Kerala Heart Journal. Diakses Maret 2026.

“Blood Pressure and Cholesterol Screening as a Preventive Measure for Degenerative Diseases in the Elderly.” Journal of Community Empowerment. Diakses Maret 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team