Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi flu (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi flu (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Flu kerap dianggap penyakit ringan. Datang, membuat badan lemas, lalu sembuh begitu saja. Banyak dari kita merasa flu cukup diatasi dengan minum obat, istirahat sebentar, dan besok sudah bisa beraktivitas lagi. Padahal, di balik gejala yang tampak sepele itu, flu bisa meninggalkan dampak yang jauh lebih serius dari yang kita bayangkan. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa infeksi seperti flu dapat memicu peradangan di dalam tubuh yang, dalam jangka panjang, berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung, bahkan serangan jantung. Jadi, flu bukan hanya soal bersin-bersin dan demam, tapi juga tentang apa yang diam-diam terjadi pada tubuh kita setelahnya. Supaya kamu bisa lebih berhati-hati dan tidak menganggap remeh penyakit ini, yuk, kita lihat apa saja dampak jangka panjang dari flu.

1. Komplikasi jantung

ilustrasi masalah jantung (pixabay.com/Puwadon Sang-ngern)

Mengalami penyakit yang menyerang pernapasan dapat memicu serangan jantung. Risiko mengalami serangan jantung bisa meningkat sekitar enam kali lebih tinggi seminggu setelah didiagnosis flu. Komplikasi jantung telah dilaporkan pada 12 persen orang yang dirawat di rumah sakit karena flu. (Annals of Internal Medicine, 2020)

Mereka yang memiliki penyakit jantung atau pernah mengalami kejadian stroke berada dalam risiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius akibat flu. Infeksi flu bisa memperberat kerja jantung dan memicu peradangan yang berbahaya bagi pembuluh darah. Karena itu, sangat penting bagi orang-orang ini untuk mendapatkan vaksin flu tahunan untuk mencegah komplikasi ini.

2. Kehilangan daya tahan dan kekuatan

ilustrasi tidur (pexels.com/Vlada Karpovich)

Ketika kamu terbaring lama atau cukup sering di tempat tidur saat terkena flu, kamu bisa kehilangan tonus dan kekuatan otot. Ini paling berbahaya bagi orang tua, tetapi juga dapat memengaruhi orang yang lebih muda. Untuk menghindari kehilangan otot dan kekuatan, penting untuk segera kembali berolahraga setelah sembuh dari flu. Mulai dengan aktivitas intensitas rendah, seperti jalan cepat sebelum meningkat ke aktivitas yang lebih berat, seperti angkat beban.

Namun, pastikan kamu tidak memaksakan dirimu beraktivitas jika belum pulih total. Setelah kamu mengalami infeksi virus yang sangat parah, tubuh membutuhkan waktu untuk pulih, dan memaksakan diri terlalu keras segera setelah sembuh dapat membuatmu menjadi lebih sakit. Jadi, dengarkan tubuh, dan kurangi aktivitas selama beberapa hari jika kamu merasa terlalu lelah. Baru setelah benar-benar sembuh kamu bisa beraktivitas, mulai dari yang ringan dan secara bertahap tingkatkan intensitasnya.

3. Penurunan kemampuan fisik pada lansia

ilustrasi lansia berjalan dengan menggunakan tongkat (pexels.com/Wheeleo Walker)

Terkena flu bisa menjadi awal dari penurunan kondisi kesehatan yang terus-menerus pada lansia, termasuk kemampuan mereka untuk merawat diri sendiri. Saat mengalami flu, orang lanjut usia memiliki risiko lebih tinggi untuk sakit parah, harus dirawat di rumah sakit, kualitas hidup yang menurun setelah sembuh, bahkan kematian. Karenanya, selama flu, lansia membutuhkan bantuan yang lebih banyak sampai bisa kembali beraktivitas secara normal. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan mungkin memerlukan terapi fisik untuk membantu mereka melakukan aktivitas sehari-hari.

4. Infeksi sekunder

ilustrasi flu (unsplash/Brittany Colette)

Flu bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit lain dan infeksi lanjutan, seperti pneumonia. Saat daya tahan tubuh melemah, tubuh jadi lebih mudah diserang oleh kuman atau virus lain yang biasanya bisa dilawan dengan baik. Karena itu, wajar jika setelah flu berat kamu merasa belum sepenuhnya pulih atau belum nyaman beraktivitas normal. Namun, jika gejala tidak kunjung membaik, semakin parah, atau muncul keluhan baru, sebaiknya segera konsultasi ke tenaga medis. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan tidak ada masalah yang lebih serius di balik proses pemulihan yang terasa lambat.

Flu memang terlihat sederhana, tapi dampaknya tidak sesederhana itu. Merawat diri dengan baik saat sakit, tidak memaksakan aktivitas, dan lebih peduli pada sinyal tubuh adalah langkah kecil yang bisa menyelamatkan kamu dari risiko besar di masa depan. 

Referensi

Chow EJ, Rolfes MA, O’Halloran A, et al. “Acute Cardiovascular Events Associated with Influenza in Hospitalized Adults: A Cross-Sectional Study.” Annals of Internal Medicine. 2020;173(8):605–613.

“4 Long-Term Health Effects of the Flu.” Health. Diakses Januari 2026.

“What Are Flu Complications?” WebMD. Diakses Januari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team