Dampak dari dehidrasi tak berhenti pada rasa lelah atau pusing. Ketika tubuh kekurangan cairan secara signifikan, urine menjadi lebih pekat dan volumenya menurun, kondisi yang mempermudah terbentuknya kristal hingga berujung pada batu ginjal.
Dalam situasi yang lebih berat, penurunan aliran darah ke ginjal dapat memicu cedera ginjal akut, yang ditandai dengan peningkatan kadar kreatinin dan berkurangnya produksi urine. Jika tidak ditangani cepat, kondisi ini bisa berkembang menjadi gagal ginjal yang terapi seperti dialisis, bahkan meningkatkan risiko kematian, terutama pada jemaah dengan penyakit penyerta.
Pada jemaah yang sudah memiliki penyakit ginjal kronis, dehidrasi dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal yang sebelumnya masih stabil. Artinya, satu episode dehidrasi berat bisa berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup setelah pulang ke Tanah Air. Inilah yang membuat dehidrasi menjadi faktor yang sering terlihat ringan, tetapi sebenarnya memiliki konsekuensi klinis yang serius.
Pencegahan menjadi kunci dan harus berbasis kebiasaan yang disiplin. Jemaah dianjurkan untuk tidak menunggu rasa haus, melainkan menjaga asupan cairan secara teratur sepanjang hari. Penggunaan pelindung seperti payung atau topi, serta menghindari aktivitas di bawah terik matahari juga penting untuk mengurangi kehilangan cairan.
Bagi kelompok berisiko lakukan monitoring kondisi tubuh, termasuk frekuensi buang air kecil dan tanda-tanda kelelahan. Dengan pendekatan preventif yang tepat, risiko gangguan ginjal akibat dehidrasi saat haji dapat ditekan secara signifikan.
Referensi
"Can Dehydration Affect Your Kidneys?". National Kidney Foundation. Diakses April 2026.
"Understanding Heat Risks for Kidney Disease and Dehydration". Metropolitan Kidney Centers. Diakses April 2026.
Kolivand, Pirhossein, Samad Azari, Hossein Saffari, Taher Doroudi, Ali Marashi, Masoud Behzadifar, Fereshte Karimi, et al. “Epidemiology and Economic Burden of End-Stage Kidney Disease by Age, Gender, and Province among Iranian Hajj Pilgrims in 2012-22: A Retrospective Study of 469,581 Participants.” BMC Nephrology 26, no. 1 (July 30, 2025): 424.
Madani, Tariq A., Tawfik M. Ghabrah, Mogbil A. Al-Hedaithy, Mohammad A. Alhazmi, Tarik A. Alazraqi, Ali M. Albarrak, and Abdulrahman H. Ishaq. “Causes of Hospitalization of Pilgrims during the Hajj Period of the Islamic Year 1423 (2003).” Annals of Saudi Medicine 26, no. 5 (September 1, 2006): 346–51.
Elrewihby, WalidH, NabilF Hasan, Walaa Fikry, and Ehab Wafa. “Acute Kidney Injury in Hospitalized Patients during Muslim Pilgrimage (Hajj: 1432).” Saudi Journal of Kidney Diseases and Transplantation 29, no. 5 (January 1, 2018): 1128.
Almuzaini, Yasir, Fahad Alamri, Lamis Alabdullatif, and Anas Khan. “Critical Determinants of Morbidity and Adverse Outcomes during the Hajj Using the Haddon Matrix and the Combined Model.” Scientific Reports 15, no. 1 (November 13, 2025): 39824.