ilustrasi seorang anak melakukan terapi menunggang kuda (unsplash.com/@franshulet)
Meskipun dispraksia tidak dapat disembuhkan total, tetapi mereka dapat menjadi lebih baik jika dilakukan perawatan yang tepat. Berdasarkan laman Medical News Today, berikut serangkaian perawatan yang dapat diberikan pada seseorang dengan dispraksia.
1. Terapi okupasi
Terapi okupasi akan mengevaluasi bagaimana anak mengelola tugas-tugas pada kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah yang mereka anggap sulit.
2. Terapi wicara dan bahasa
Ahli patologi wicara-bahasa atau terapis wicara akan melakukan penilaian bicara anak, dan kemudian menerapkan rencana perawatan untuk membantu mereka berkomunikasi lebih efektif.
3. Pelatihan motorik persepsi
Perceptual motor training atau pelatihan motorik persepsi akan melibatkan peningkatan kemampuan bahasa, visual, gerakan, dan pendengaran anak. Mereka akan diberikan serangkaian tugas secara bertahap tetapi tidak terlalu banyak untuk menghindari frustasi atau stres.
4. Terapi menunggang kuda (equine therapy)
The Journal of Alternative and Complementary Medicine pada tahun 2014 menerbitkan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi efek gerakan fisik berkuda (equine therapy) yang dikombinasikan dengan persepsi audiovisual pada 40 anak pada rentang usia 6-15 tahun dengan dispraksia.
Anak-anak berpartisipasi dalam enam sesi menunggang kuda yang masing-masing berlangsung selama 30 menit, serta dua sesi pemutaran audiovisual selama 30 menit. Hasilnya pun menunjukkan bahwa terapi berkuda merangsang dan meningkatkan parameter kognisi, suasana hati, dan gaya berjalan peserta.